Saat Prabowo Pamer Produksi Beras Indonesia Cetak Rekor Tertinggi hingga Ekspor di Sidang Umum PBB

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa produksi beras Indonesia yang mencetak rekor tertinggi di tahun ini membuka peluang ekspor saat memberikan pidato di Sidang Umum PBB

Diterbitkan 24 September 2025, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa produksi beras Indonesia yang mencetak rekor tertinggi di tahun ini membuka peluang ekspor untuk membantu negara-negara yang membutuhkan, termasuk Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan saat berpidato di sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di General Assembly Hall Markas Besar PBB, New York, AS, Selasa, waktu setempat.

"Tahun ini, kami mencatat produksi beras dan cadangan gabah tertinggi dalam sejarah. Kamikini telah swasembada beras dan telah mengekspor beras ke negara-negara lain yang membutuhkan, termasuk menyediakan beras untuk Palestina," katanya dikutip dari Antara, Rabu (24/9/2025).

Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan global. Caranya, dengan membangun cadangan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, serta berinvestasi pada sistem pertanian yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Upaya ini, katanya, dilakukan demi menjamin masa depan pangan bagi anak-anak Indonesia dan generasi dunia.

"Populasi dunia terus bertambah, sementara planet kita menghadapi tekanan yang semakin besar. Krisis pangan, energi, dan air menghantui banyak negara. Kami memilih untuk menjawab tantangan ini secara langsung di dalam negeri, sekaligus membantu negara lain kapan pun kami mampu," katanya.

Bantuan Kemanusiaan

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 10.000 ton beras untuk Palestina atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Penyerahan simbolis dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada Menteri Pertanian Palestina Rezq Basheer-Salimia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (7/7), menjelang keberangkatan Presiden Prabowo ke Brasil untuk menghadiri KTT BRICS 2025.

 

Presiden Prabowo Dapat Apresiasi Pemimpin Dunia Usai Berpidato di Sidang Umum PBB

Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari para pemimpin dunia usai menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, Selasa 23 September 2025.

Usai menyampaikan pidato di hadapan para kepala negara, kepala pemerintahan, serta delegasi dari hampir seluruh negara di dunia, Presiden Prabowo langsung dikerubungi sejumlah pemimpin dunia.

Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva tampak menyalami Prabowo. Mereka terlihat memberikan ucapan selamat dan menyampaikan apresiasi atas pesan-pesan kuat yang disampaikan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendesak negara-negara lain bertindak dan tak berdiam diri saat melihat penderitaan yang dialami rakyat Palestina. Dia mengatakan hingga kini bencana kemanusiaan di Gaza, Palestina masih terus terjadi.

 

Pidato Prabowo

Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato pada Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa 23 September 2025. Prabowo mendapatkan urutan ketiga saat berpidato.

"Kita harus bertindak sekarang. Banyak pembicara telah mengatakan kita harus memperjuangkan tatanan multilateral di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hanya hak istimewa segelintir orang, melainkan hak semua orang,", kata Prabowo sebagaiman disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 23 September 2025.

Dia menuturkan saat ini rakyat Gaza yang tak berdosa menangis untuk diselamatkan. Tak hanya itu, Prabowo menekankan jutaan rakyat Gaza juga menghadapi ancaman bahaya hingga kelaparan.

"Saat ini, orang-orang tak berdosa menangis minta tolong, menangis untuk diselamatkan. Siapa yang akan menyelamatkan mereka? Siapa yang akan menyelamatkan orang tak berdosa? Siapa yang akan menyelamatkan para lansia dan perempuan?," tutur dia.

"Jutaan orang menghadapi bahaya saat ini, saat kita duduk di sini, mereka menghadapi trauma, dan kerusakan yang tak tergantikan pada tubuh mereka, mereka sekarat karena kelaparan," sambung Prabowo.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6