Penerbangan Kembali Normal Usai Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Lewotolok

Generasi Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menuturkan, penerbangan Labuan Bajo sudah kembali normal setelah erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Lewototok di NTT.

Diperbarui 03 Agustus 2025, 13:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penerbangan domestik yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berjalan normal.

Demikian disampaikan Generasi Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, Sabtu, 2 Agustus 2025, seperti dikutip dari Antara, Minggu (3/8/2025).

“Update penerbangan domestik yang sebelumnya mengalami keterlambatan sebagai dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotolok, dapat kami sampaikan bahwa saat ini penerbangan ke Labuan Bajo sudah kembali normal dan penumpang sudah diberangkatkan,” ujar Ahmad.

Ahmad Syaugi menyampaikan, dengan membaiknya kondisi udara, secara keseluruhan operasional di bandara Bali Selatan itu berjalan dengan normal, tertib dan lancar, baik penerbangan domestik maupun internasional.

"Kami mengingatkan kepada calon penumpang untuk memastikan kembali jadwal penerbangannya ke masing-masing maskapai dan dapat berada di bandara 2-3 jam sebelum jadwal penerbangan,” kata dia.

Sebelumnya, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotolok mengakibatkan setidaknya hingga pukul 12.00 WITA, enam penerbangan mengalami keterlambatan (delay) dan satu penundaan keberangkatan (postpone).

Beberapa penerbangan domestik yang mengalami keterlambatan, antara lain Batik Air tujuan Denpasar-Labuan Bajo tiga penerbangan, Wings Air tujuan Denpasar-Tambolaka satu penerbangan, dan Lion Air tujuan Denpasar-Kupang dua penerbangan.

Sedangkan yang mengalami penundaan keberangkatan adalah satu penerbangan dengan maskapai AirAsia tujuan Denpasar-Labuan Bajo.

Di luar penerbangan domestik itu, Ahmad Syaugi memastikan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai secara berjalan dengan normal selama erupsi terjadi.

“Namun demikian, kami bersama seluruh jajaran komunitas bandara bersama-sama melakukan monitoring secara berkelanjutan guna memastikan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan,” kata dia.

Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Meletus

Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus sebanyak satu kali pada Sabtu dini hari.

Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan erupsi terjadi pada pukul 01.05 WITA.

Dalam laporan tersebut, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 18.000 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut.

Lebih lanjut, erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara kurang lebih 14 menit lima detik.

Erupsi tersebut disertai suara gemuruh dan dentuman kuat terdengar di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki.

 

Status Level Awas

Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas). Oleh karena itu masyarakat dan pengunjung diimbau PVMBG untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam km dan sektoral barat daya-timur laut tujuh km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Selain itu, masyarakat diimbau memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6