Tarik 2 Juta Pekerja, Koperasi Desa Merah Putih Bakal jadi Tempat Kerja Idaman

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkirakan, program Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih bakal membutuhkan sekitar 2 juta tenaga kerja. Angka itu muncul dari perhitungan adanya 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang bakal beroperasi mulai 28 Oktober 2025.

Diterbitkan 02 Juli 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkirakan, program Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih bakal membutuhkan sekitar 2 juta tenaga kerja. Angka itu muncul dari perhitungan adanya 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang bakal beroperasi mulai 28 Oktober 2025.

"Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan kemarin hitung-hitungannya, koperasi itu nanti ada pengelola, ada pekerja. Sebanyak 25 orang aja kali 80.000, itu sudah 2 juta," ujar Menaker Yassierli dalam Kajian Tengah Tahun INDEF 2025 di Arya Duta Hotel, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Menurut dia, Kopdes Merah Putih akan semakin berkembang jika diberikan insentif modal. Sehingga bakal turut mengubah ekspektasi masyarakat atas pekerjaan.

Yassierli yang juga seorang Guru Besar di Fakultas Teknologi Industri ITB, lantas menceritakan obrolan dengan para mahasiswanya. Kebanyakan dari para peserta didik asuhannya masih memandang bekerja di perusahaan besar di Jakarta sebagai patokan ideal.

"Kalau saya tanya mahasiswa saya, pekerjaan seperti apa. Dalam persepsi dia, satu di Jakarta, kerja di perusahaan-perusahaan besar, hiruk pikuk metropolitan, itu lah pekerjaan," kata Yassierli.

"Tapi kalau kemudian kita bicara optimalize kita pada program prioritas presiden, maka kita akan bicara kerja adalah, saya akan menjadi manajer di suatu koperasi. Kemudian akan menjadi ketua jaringan koperasi wilayah, jadi expert dalam koperasi, miliki bisnis tapi itu adalah dalam koperasi. Ini saya membayangkan seperti itu," bebernya.

 

Masyarakat Masih Wait And See

Kendati begitu, ia tidak menafikan bahwa masyarakat masih wait and see terkait realisasi Koperasi Desa Merah Putih. Oleh karenanya, Menaker turut menantang ekonom untuk membuat kajian terkait koperasi yang ideal di Indonesia bakal seperti apa ke depan.

"Bagaimana ini ketika dia sudah jadi kebijakan dan pasti dia akan ter-deliver, 80.000 (koperasi), itu jumlah besar. Jumlah perusahaan menengah di Indonesia 70.000, perusahan besar 30.000, itu juga datanya somehow kira-kira," urainya.

"Ini bisa kemudian menjadi suatu driver, membangkitkan ekonomi berbasis lokal, berbasis kearifan lokal, resources lokal, dan ini akan bisa dahsyat," dia menegaskan.

 

 

Koperasi Jadi Acuan Perusahaan Besar Luar Negeri

Menaker mengutarakan, banyak perusahaan besar di luar negeri saat ini menjadikan koperasi sebagai acuan. "Koperasi ternyata best practice-nya di luar negeri juga, perusahaan-perusahaan besar itu basisnya adalah koperasi. Ini perlu kita kemudian optimalkan," sebutnya.

Oleh karenanya, Kementerian Ketenagakerjaan nantinya bakal menyiapkan skema pelatihan, kurikulum, kompetensi, hingga sertifikasi bagi para calon pekerja di Koperasi Desa Merah Putih.

"Sehingga kita sudah siapkan, tinggal tema-tema untuk sertifikasi pelatihan terkait dengan koperasi itu seperti apa. Apakah kita sampai perlu membuat jenjang ahli koperasi dan seterusnya, karena saya membayangkan ini akan bisa besar," pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6