Profil Firman Santyabudi, Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE MIND ID

Pemegang saham PT Mineral Industri Indonesia, atau MIND ID, telah melakukan perubahan pada susunan dewan direksi dengan menambahkan beberapa nama baru serta jabatan baru.

Diperbarui 14 Juni 2025, 18:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Mineral Industri Indonesia, yang lebih dikenal dengan sebutan MIND ID, telah melakukan perubahan signifikan pada struktur dewan direksi perusahaan. Dalam perombakan ini, terdapat beberapa nama baru yang diangkat serta sejumlah jabatan baru yang ditambahkan dalam organisasi.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada hari Selasa, (10/6/2025). Terdapat tiga direksi baru untuk mengisi posisi yang sudah ada sebelumnya, di samping penambahan tiga jabatan baru.

Berdasarkan informasi yang dirangkum oleh Liputan6.com, terdapat enam nama baru yang kini menghuni jajaran manajemen MIND ID. Di antara mereka, Aditya Kusumo diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi, menggantikan Akhmad Fazri yang sebelumnya menjabat di posisi yang sama.

Selain itu, Kuswantoro Pranatabudi ditunjuk menjadi Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha, mengambil alih posisi dari Dilo Seno Widagdo. Sementara itu, Firman Santyabudi kini menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE, menggantikan Nur Hidayat Udin.

Untuk diketahui, Firman Shantyabudi, merupakan putra Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.

Lebih lanjut, terdapat tiga nama baru yang telah diangkat untuk mengisi jabatan-jabatan baru. Salah satunya adalah Budi Santoso yang menjabat sebagai Direktur Perencanaan Pengolahan Sumber Daya Alam.

Posisi Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral kini diisi oleh Tedy Badrujaman. Selain itu, Pambudi Sunarsihanto ditunjuk sebagai Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management.

Profil Firman Santyabudi

Firman Shantyabudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 1988. Dalam karir profesionalnya sebelum bergabung dengan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, ia menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri.

Firman juga pernah duduki jabatan lain seperti, Dirlantas Polda Sumsel di 2010, Analis Kebijakan Gakkum Korlantas Polri pada 2012, dan Karodalops Sops Polri di akhir tahun 2013.

Barulah setelah itu Firman mulai duduki beberapa posisi strategis, seperti Kapolda Jambi pada awal tahun 2020, Aslog Kapolri di akhir tahun 2020, dan terakhir Kakorlantas Polri di tahun 2021.

Semasa masih berkarier di kepolisian, Irjen Firman menjadi salah satu sosok perwira yang punya perjalanan mulus hingga menyandang pangkat jenderal polisi.

Susunan Terbaru Dewan Direksi

Sehubungan dengan perubahan yang terjadi, berikut adalah daftar anggota baru Dewan Direksi Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID. Di posisi Direktur Utama, terdapat Maroef Sjamsoeddin, sementara Dany Amrul Ichdan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama. Untuk Direktur Keuangan dan Investasi, Aditya Kusumo terpilih, dan Kuswantoro Pranatabudi akan mengisi posisi Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha. Selain itu, Firman Santyabudi ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE, sedangkan Budi Santoso akan menjabat sebagai Direktur Perencanaan Pengolahan Sumber Daya Alam.

Selanjutnya, Tedy Badrujaman akan memegang posisi sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral. Terakhir, Pambudi Sunarsihanto ditetapkan sebagai Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management. Dengan susunan baru ini, diharapkan MIND ID dapat lebih efektif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam industri pertambangan. Perubahan struktur ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan inovasi di masa depan.

Hilirisasi Berkelanjutan

Sebelumnya, Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID tidak hanya memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dalam menjalankan mandat hilirisasi industri tambang dari pemerintah, tetapi juga berupaya untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Salah satu langkah strategis yang sedang dijalankan adalah penerapan dekarbonisasi, yang merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mencapai industri pertambangan yang rendah emisi dan berkelanjutan.

Direktur Strategic Support & Human Capital PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Benny Alexander F.D. Wiwoho, menyatakan bahwa ekspansi industri melalui hilirisasi berdampak langsung pada peningkatan kebutuhan energi untuk grup MIND ID. Hal ini juga berkontribusi pada kenaikan emisi gas rumah kaca (GRK) secara bersamaan. "Isu dekarbonisasi bukan hanya tantangan MIND ID, tetapi tantangan global yang dihadapi oleh seluruh pelaku industri pertambangan dan manufaktur. Ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara transisi ke energi bersih membutuhkan kesiapan sistemik," ungkap Benny dalam acara Human Capital Summit (HCS) 2025, seperti yang dikutip pada Rabu (4/6/2025).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6