5.000 Pelaku Infrastruktur Global Bakal Hadiri ICI 2025

Konferensi Infrastruktur Internasional (ICI) 2025 akan digelar pada 11-12 Juni 2025.

Diterbitkan 10 Juni 2025, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (Kemenkoinfra) akan menggelar Konferensi Infrastruktur Internasional (ICI) 2025 pada 11-12 Juni mendatang.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Kemenkoinfa, Rachmat Kaimuddin mengungkapkan pembukaan kegiatan ICI 2025 akan dimulai pada Rabu besok, 11 Juni 2025 pukul 09.45 pagi.

"(Jumlah) peserta terhitung dari malam lalu kalau tidak salah sudah hampir 5 ribu yang datang dari berbagai negara,” ungkap Rachmat kepada media di JCC Senayan, Selasa (10/6/2025).

Rachmat menyebut, ICI 2025 juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat delegasi dari negara mitra Indonesia. Namun, ia tidak merinci negara mana saja yang dimaksud. "Detailnya nanti kami sampaikan, ini sedang kita sort (proses),” terangnya.

"Topik-topiknya (kegiatan ICI), pertama ada isu infrastruktur perkotaan. Kemudian infrastruktur konektivitas,infrastruktur perumahan dan kawasan. Kemudian infrastruktur yang resilient yang diharapkan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan. Adapun pembahasan seputar pembiayaan infrastruktur,” beber Rachmat.

"Ada sekitar 120 pembicara yang datang dari dalam dan luar negeri yang kita siapkan,” ia menambahkan.

Gelar Konferensi Infrastruktur, AHY Bakal Tawarkan Investor Proyek Giant Sea Wall hingga Kereta Cepat

Diwartakan sebelumnya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan, pihaknya akan mengundang para investor dari berbagai negara, mulai dari kawasan Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika untuk menghadiri International Conference on Infrastructure 2025 pada 11-12 Juni mendatang.

Para investor tersebut akan diajak untuk berinvestasi ke sejumlah proyek infrastruktur prioritas Indonesia, salah satunya Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) hingga Kereta Cepat.

AHY menjelaskan, pihaknya masih berkoordinasi dalam menyiapkan sejumlah opsi dari proyek-proyek apa saja yang akan dipamerkan.

 

Kemenkoinfra Proses Kurasi untuk Pameran Proyek Prioritas Pemerintah

"Kita sedang terus mengkurasi, karena banyak proyek yang tentu penting-penting semuanya tetapi tidak mungkin semuanya kita tampilkan. Jadi nanti kita akan pilih beberapa yang memang mendapatkan prioritas, diantaranya tentu Giant Sea Wall,” ungkap AHY dalam konferensi pers di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Selasa, 27 Mei 2025.

"Karena Giant Sea Wall bisa dikatakan proyek besar yang bukan setahun-dua tahun tapi akan sekian tahun ke depan sehingga dibutuhkan pendanaan yang credible, meaningful, dan berkelanjutan," ia menambahkan.

 

Konferensi Infrastruktur Internasional Digelar 11-12 Juni 2025, Ini Sederet Isu yang Dibahas

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan menggelar International Conference on Infrastructure atau Konferensi Infrastruktur Internasional 2025.

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan konferensi tersebut dijadwalkan berlangung pada 11 dan 12 Juni 2025, berlokasi di Jakarta Convention Center, Jakarta. 

"Ada 5 topik utama yang akan kami angkat dalam forum (ICI) tersebut,” ungkap Menko AHY dalam konferensi pers di kantor Kemenko Infra, Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Topik pertama, konferensi ICI 2025 akan membahas future proving cities atau bagaimana mewujudkan kota-kota di masa depan yang terintegrasi dan didukung oleh infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup sebuah kota.

"Kita ingin merevitalisasi berbagai infrastruktur dasar khususnya di wilayah perkotaan,” terang AHY.

Topik kedua, akan membahas tentang konektivitas dengan tajuk connecting the archipelago. Hal ini melihat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

"Artinya untuk mengintegrasikan, menghubungkan semua wilayah di Indonesia dibutuhkan infrastruktur konektivitas yang juga semakin maju, semakin modern dan semakin terjangkau, accessible bagi semua baik transportasi moda darat, laut, udara termasuk juga tentunya kereta. Kita berharap untuk semakin menurunkan biaya transportasi termasuk biaya logistik,” papar AHY.

 

Topik Lainnya

Topik yang ketiga, adalah tentang upaya menghadirkan perumahan dan lingkungan hidup yang layak dan berkualitas bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan program prioritas Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bagaimana sektor pendidikan dan kesehatan semakin unggul yang membutuhkan infrastruktur terbaik.

"Topik yang keempat adalah terkait dengan ketahanan terhadap lingkungan. Kita tahu infrastruktur itu untuk manusia, tapi juga infrastruktur untuk alam dan kita ingin membangun ekonomi tapi juga menjaga kesimbangan bumi,” ungkap AHY.

Topik Tentang Kepastian Hukum Berinvestasi

Terakhir, konferensi ICI 2025 juga akan membahas tentang  kepastian hukum pada investor saat menjalankan investasi di Indonesia.

"Kita ingin memberikan penjelasan secara komprehensif kepada siapapun yang ingin berinvestasi di Indonesia dengan skema yang sama-sama menang atau win-win solution,” jelas AHY.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6