Liputan6.com, Jakarta Di awali dengan penjelajahan HMS Endeavor, kapal penelitian pertama di dunia, yang berlayar pada 1768 untuk menelusuri Samudra Pasifik demi memecahkan Terra Australis Incognita atau “Tanah Selatan yang Tidak Dikenal”, kini kapal penelitian telah beroperasi di berbagai belahan dunia dan memperkaya ilmu pengetahuan.
Di Provinsi Papua Selatan, perusahaan sawit nasional Tunas Sawa Erma (TSE) Group kini sedang membangun kapal penelitian yang bernama “Papua Lestari” untuk mencari tahu kehidupan kura-kura moncong babi dan ekosistem sungai habitatnya.
Kapal tersebut mampu menampung 5 orang untuk beraktivitas di dalamnya. Selain ruangan untuk barang-barang perlengkapan penelitian, kapal ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas untuk mempermudah pekerjaan para peneliti.
Advertisement
Kapal ini menjadi sebuah sarana penting dalam rangka melakukan penelitian biota air di Papua, terutama kura-kura moncong babi. Dengan adanya “Papua Lestari”, para peneliti bisa melakukan aktivitasnya dengan lebih baik sehingga diharapkan akan meningkatkan kualitas penelitian.
Kapal penelitian “Papua Lestari” sejatinya merupakan fasilitas yang disediakan oleh TSE Group, tak hanya menjadi alat transportasi bagi para peneliti namun juga sebuah simbol untuk menyebarkan pesan pelestarian.
“Papua Lestari dibangun untuk meneliti ekosistem di sungai dan rawa di Papua, baik itu kura-kura moncong babi, ikan, ular dan lain sebagainya. Selain itu, kapal penelitian ini juga bisa menjadi simbol untuk membuka mata masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan,” ucap Direktur TSE Group Luwy Leunufna dikutip Selasa (30/4/2205).
Perampungan kapal ini merupakan bagian dari komitmen program Papua Conservation yang dicanangkan TSE Group dan IPB University sejak tahun 2022. Program ini bertujuan untuk melindungi hak kehidupan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hewan endemik.
Program ini Tak hanya berfokus pada konservasi untuk kura-kura moncong babi saja, tapi juga hewan endemik Papua lainnya, yaitu cenderawasih kuning besar di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, Papua Selatan.
Kecanggihan Alutsista TNI: Modernisasi dan Makin Ditakuti di Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/754600/original/000673800_1413969983-su_30mk2_tni_au_v2_by_siregar-d4a7nci.jpg)
Kecanggihan alutsista TNI (Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia) menjadi topik yang menarik dan terus berkembang. Siapa yang tidak ingin tahu tentang kekuatan militer Indonesia yang dimiliki TNI? Dengan peringkat yang sering diperdebatkan dalam konteks global, penting untuk memahami bahwa peringkat tersebut sering kali berfokus pada kuantitas alutsista, bukan kualitas atau kesiapan tempur.
Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai kecanggihan alutsista TNI dan berbagai aspek yang mempengaruhinya.
Modernisasi BerkelanjutanTNI secara aktif melaksanakan program modernisasi alutsista untuk meningkatkan kemampuan pertahanan. Proses ini mencakup akuisisi berbagai jenis peralatan baru, mulai dari pesawat tempur, kapal perang, hingga sistem pertahanan udara dan rudal. Namun, proses modernisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran yang sering menjadi penghambat. Meskipun anggaran pertahanan Indonesia terus meningkat, alokasi untuk modernisasi alutsista masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan program manajemen dan operasional lainnya.
Dalam upaya modernisasi, TNI juga berfokus pada peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). Ini bertujuan untuk mendukung kemandirian pertahanan dan mengurangi ketergantungan pada impor. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal teknologi dan inovasi yang diperlukan untuk menghasilkan alutsista yang kompetitif.
Advertisement
Jenis Alutsista TNI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1795746/original/057866600_1512795985-20171209-Pesawat-Tempur-Sukhoi-Iringi-Sertijab-Panglima-TNI-Fanani-7.jpg)
Alutsista TNI mencakup berbagai kategori yang sangat beragam. Dari senjata ringan seperti pistol dan senapan, hingga kendaraan tempur darat seperti tank dan panser.
Dikutip dari data TNI, TNI juga memiliki berbagai jenis amunisi, alat komunikasi, dan alat perang elektronika. Beberapa contoh alutsista spesifik yang patut dicatat adalah MLRS Astros II MK6, yang merupakan sistem roket multi-peluncur, pesawat tempur Sukhoi Su-35, serta kapal perang OPV (Offshore Patrol Vessel).
Keberagaman ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya mengandalkan satu jenis alutsista, tetapi berusaha untuk menciptakan kekuatan yang seimbang dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Namun, kualitas dan kesiapan dari alutsista ini tetap menjadi pertanyaan, terutama ketika dibandingkan dengan negara lain.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5204203/original/064668100_1745994414-1aca966f-951d-43ae-a9e7-426863e27808.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298688/original/099664300_1784179679-Screenshot_2026-07-16_122556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563532/original/083842700_1776904085-AP26108447222186.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295872/original/063028700_1783987504-1000375708.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582948/original/039476100_1778133001-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291783/original/079432600_1783576977-arsip-berita-ditjen-gakkum-esdm-cari-pemilik-sah-kapal-km-joi-i-klarifikasi-dibuka-selama-7-hari-bu3ebqp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291506/original/062303400_1783566926-WhatsApp_Image_2026-07-09_at_08.59.23__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563534/original/033369400_1776904230-AP26108447289863.jpg)