Sukses

Jokowi Ajak Investor Ramai-Ramai ke IKN Nusantara Tahun Depan Buat Pilih Kapling

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan akan mengajak sejumlah investor untuk mengunjungi ibu kota baru (IKN Nusantara) pada triwulan ke-2 2023 mendatang. Tujuannya, untuk menentukan lokasi pembangunan fasilitas-fasilitas di IKN.

Kabar ini diungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/11/2022). Kendati begitu, Basuki belum merinci kemana sana Jokowi akan membawa investor yang disebut tadi.

"Triwulan kedua (2023) bapak Presiden ingin mengajak para investor untuk memberikan atau menawarkan daerah mana-mana saja yang akan dibangun rumah sakit dan lainnya tadi yang kami sebutkan tadi," ujarnya dalam rapat, Senin (28/11/2022).

Terkait persiapannya, Basuki mengaku mendapat tugas untuk mempercepat sejumlah pembangunan di IKN Nusantara. Ini meliputi akses jalan yang akan dilalui nantinya.

Untuk mendukung percepatan itu, Basuki telah bersurat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk meminta tambahan anggaran. Angka yang diminta sebesar Rp 12,7 triliun, termasuk untuk pembangunan jalan dan hunian ASN dan TNI/Polri.

Namun, dia menegaskan dana itu akan diprioritaskan lebih dulu untuk pembangunan akses jalan. "Nah kami untuk itu fokuskan dulu untuk land development dan jalan. Nah ini, akan kita mulai Januari (2023)," ungkapnya.

Basuki mengatakan, Rp 12,7 triliun mayoritas untuk pembangunan hunian sebesar Rp 9,4 triliun. Sementara, untuk akses jalan dan pengembangan lahan dialokasikan Rp 3,3 triliun.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Surati Sri Mulyani

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap butuh tambahan anggaran untuk pembangunan Ibu Kota Baru atau IKN Nusantara. Nilainya mendapai Rp 12,7 triliun.

Untuk itu, dia telah bersurat ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait permintaan tersebut. Dana ini nantinya digunakan untun percepatan pembangunan di IKN.

Termasuk pembangunan jalan dan kawasan hunian ASN dan TNI/Polri di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

"Kami sudah kriimkan surat kepada Menteri Keuangan dengan nomor surat No. KU 0101-Mn/2210 perihal usulan kebutuhan anggaran percepatan pembangunan IKN pada 2023 sebesar Rp 12,7 triliun untuk pembangunan jalan kerja logistik dan akses jalan di KIPP dan development, dan pembangunan hunian ASN dan TNI/Polri," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/11/2022).

 

3 dari 4 halaman

Percepat Pembangunan

Basuki mengatakan, dana ini guna mempercepat pembangunan di wilayah IKN Nusantara melingkup pembangunan di zoba 1B dan 1C. Ini juga sebagai salah satu bukti tindak lanjut dari arahan Jokowi.

Untuk pembangunan dari dana tersebut, dia akan memprioritaskan pad apembangunan akses jalan dan land development. Disamping itu, Basuki mengungkap kalau Jokowi akan mengajak sejumlah investor ke lokasi tersebut.

"Setelah adanya market sounding bapak Presiden pada 22 Agustus, banyaknya investor yang masuk, maka kami diperintahkan untuk mempercepat pembangunan IKN ini tidak hanya di KIPP 1A tapi juga di wilayah lengembangan perencanaan di wilayah 1B dan 1C," ujarnya.

"Tadi pagi pukul 10.30 WIB, ada ratas pada hal ini termasuk pembiayaan oleh otorita dengan investasinya, untuk yang prasarana dasar ini, 1B dan 1C akan kita fokuskan dulu pada land development dan pembangunan jalan aksesnya saja dulu," sambungnya.

 

4 dari 4 halaman

Meningkat 25 Kali Lipat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap minat investasi di IKN Nusantara telah meningkat 25 kali lipat sejak Agustus 2022 lalu. Ini dilihat dari besaran lahan yang diminati oleh investor di Ibu kota baru.

Basuki mengungkapkan peningkatan ini terjadi cukup signifikan sejak penawaran pertama di Agustus 2022. Dari semula seluas 38 hektar, kini mencapai 965 hektar yang diminati.

"Untuk perkembangan minat investasi di IKN mengalami peningkatan 25 kali lipat dari total lahan yang ditawarkan pada sosialisasi awal pada tahun 2022 Agustus, dari semula 38 hektar menjadi 965 hketar untuk pembangunan fasilitas pendidikan kesehatan, perumahan dan perkantoran," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/11/2022).

Basuki pun merinci luasan lahan yang diminati investor. Pertama, investasi pada fasilitas pendidikan seluas 41 hektar yang terletak di Zona 1B IKN. Terdiri dari perguruan tinggi, sekolah internasional, sekolah terpadu swasta, hingga lembaga riset swasta.

Kedua, investasi pada fasilitas kesehatan seluas 29 hektar. Terdiri dari rumah sakit nasional terpadu dan rumah sakit lainnya.

Ketiga, investasi pada sektor perumahan seluas 155 hektar pada Zona 1A dan 1B. Di kawasan 1B akan diperuntukan bagi kawasan residensial.

"Investasi pada fasilitas perkantoran jasa dan komersial seluas 14,4 hektar meliputi area perkantoran BUMN, ritel outlet dan departement store. Investasi pada area mix use seluas 16 hektar di KIPP pada area campuran kepadatan tinggi dan area campuran kepadatan sedang," sambungnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS