Sukses

Cetak Laba USD 2,42 Juta, RIG Tenders Siapkan Strategi Hadapi 2023

Liputan6.com, Jakarta PT RIG Tenders Tbk membukukan pendapatan konsolidasi pada tahun ini adalah sebesar USD 20,8 juta dan Laba komprehensif sebesar USD 2,42 juta.

Salah satu faktor kenaikan jumlah pengangkutan baik secara kuantitas bahan tambang yang diangkut maupun jumlah set kapal yang dipakai.

Perusahaan mencatatkan rugi komprehensif sebesar USD -4.8 juta pada tahun 2021 dan Laba komprehensif sebesar USD 2,24 juta pada tahun 2022 atau selisih sebesar USD 7,24 juta.

Sedangkan untuk pendapatan mengalami peningkatan sebesar USD 4,08 juta. Laba Bersih tahun 2022 ini seiring dengan kenaikan pendapatan dan penurunan beberapa pos-pos biaya.

"Faktor yang mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan pada tahun finansial 2022 adalah kenaikan pendapatan dari beberapa pelanggan diantaranya Arutmin dan Adaro PLA," ungkap President Director PT RIG Tenders Tbk Kartika Hadi.

Pencapaian peningkatan yang signifikan juga didukung dengan diberlakukannya ‘New Normal Era’ sehingga kinerja perusahaan mulai kembali pasca Pandemi Covid-19. Untuk mendukung pertumbuhan, PT RIG Tenders Tbk secara berkelanjutan optimis untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Strategi

Strategi dan sinergi yang dijalankan PT RIG Tenders Tbk dipercaya dapat memenuhi target-target yang telah ditetapkan untuk peningkatan bisnis pada 2023 sekaligus membantu mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang disusun Pemerintah dalam rangka meningkatkan konektivitas dan menghadirkan kebutuhan dasar bagi masyarakat Indonesia.

Kegiatan usaha utama PT RIG Tenders Tbk  adalah menjalankan usaha di bidang penyewaan kapal, untuk Barang Khusus dan Industri Bangunan lepas pantai dan bangunan terapung.

Kartika Hadi menyampaikan peryataan strategis terkait PT Rig Tenders,

“Perseroan akan terus berupaya untuk memperkuat posisinya di industri pelayaran nasional. Perseroan akan terus mengembangkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dengan tetap mengedepankan ciri khas yang dimiliki Perseroan. Perseroan juga akan terus menjajaki kemungkinan melakukan aliansi strategis yang menguntungkan dengan mitra kerja," tutup dia.

 

 

3 dari 3 halaman

Jurus BEI Dongkrak Literasi Keuangan di Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2022. Dari survei tersebut, indeks literasi keuangan di pasar modal turun tipis, tetapi indeks inkslusi keuangan di pasar modal meningkat pada 2022.

Mengutip survei itu, Rabu (23/11/2022), tingkat literasi keuangan berdasarkan sektor jasa keuangan di pasar modal pada 2022 mencapai 4,11 persen pada 2022. Tingkat literasi keuangan di pasar modal turun tipis dari periode 2019 di posisi 4,97 persen dan 2016 di posisi 4,40 persen.

Adapun literasi keuangan ini merupakan pengetahuan, keterampilan, keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku keuangan seseorang untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Sementara itu, tingkat inklusi keuangan di pasar modal naik pada 2022 menjadi 5,19 persen dari periode 2019 sebesar 1,55 persen. Bahkan pada 2016, tingkat inklusi keuangan di pasar modal baru 1,3 persen.

Tingkat inklusi keuangan tersebut ketersediaan akses bagi masyarakat untuk memanfaatkan produk dan atau layanan jasa keuangan di lembaga keuangan formal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan.

Menanggapi hal itu, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mengatakan, BEI bersama OJK akan terus berupaya meningkatkan literasi pasar modal dengan melakukan berbagai kegiatan bersama berbagai pihak di seluruh daerah di Indonesia. Hal ini agar pemahaman masyarakat tentang pasar modal lebih merata lagi.

"BEI akan bekerjasama dengan seluruh komponen seperti perguruan tinggi, kelompok masyarakat, pemerintah daerah,dan media,” ujar dia.

Survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2022 ini diikuti 14.634 responden di 34 provinsi. Dari survei itu juga menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 49,68 persen dan indeks inklusi keuangan mencapai 85,10 persen pada 2022. Indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan itu meningkat dari posisi 2019 sebesar 38,03 persen dan 76,19 persen.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS