Sukses

Jeff Bezos, Elon Musk hingga Bos EMTEK Jadi Pembicara di Rangkaian KTT G20 Bali

Liputan6.com, Jakarta Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Bali bakal diramaikan oleh sejumlah pengusaha kelas global. Tercatat ada Elon Musk, Jeff Bezos hingga Bos EMTEK Alvin Sariaatmadja yang berbicara dari aspek bisnis.

Tiga nama itu baru sebagian kecil dari sederet pengusaha global yang akan meramaikan side event G20. Itu adalah puncak pertemuan B20, sebuah pertemuan dari pebisnis kelas global yang digadang oleh Kadin Indonesia.

Puncak acara B20 akan dilangsungkan selama 2 hari, pada 13-14 November 2022 mendatang. Bos Tesla Inc, Elon Musk jadi pembicara di salah satu forum di hari kedua dengan tema Navigating Disruption Through Innovative and Transformative Recovery.

Sementara bos Amazon, Jeff Bezos akan membawakan tema bertajuk The Role of Private Sectors in Promoting Growth and Addressing Nature Crises.

Tak hanya itu, Duta Perempuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Anne Hathaway juga jadi tokoh yang bakal berbicara di forum ini. Dia akan membawakan tema soal membuka peluang bagi perempuan dalam ekonomi. Pada bagian ini, disusul dengan panel diskusi yang akan diisi oleh CEO Unilever Alan Jope, President Freeport-McMoran Kathleen L. Quirk, Mari Elka Pangestu dari World Bank, hingga CEO Manulife Roy Gori.

Masih pada rangkaian hari yang sama, Presiden Direktur PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Alvin Sariaatmadja turut serta menjadi pembicara. Dia akan membahas mengenai pengembangan inovasi untuk ekonomi di masa depan.

Alvin akan bersanding dengan sejumlah pemimpin perusahaan global. Yakni, CEO Grab Anthony Tan, Co-Founder, SES and Loral-Teleport Europe Candace Johnson, CEO Telefonica Brazil, dan Chairman Hi-Tech Group Deep Kapuria.

Pada sesi ini akan dibuka oleh Founder and Executive Chairman World Economic Forum Klaus Schwab dan Chairman Hon Hai Technology Group (Foxconn) Young Liu.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Erick Thohir, Sri Mulyani hingga Menko Airlangga

Masih dalam rangkaian acara hari kedua, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga bakal ikut terlibat.

Erick Thohir akan bicara mengenai peran BUMN sebagai motor penggerak dari ketaganan dan ekonomi berkelanjutan. Pada sesi ini, akan dilanjutkan dengan panel diskusi mengenai kerja sama pemerintah-swasta dalam perkembangan ekonomi ke depan.

Ini akan diisi oleh Kepala Badan Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono, G20 Deputy Finance and Actinf Chief Economist OECD Alvaro Pereira, Group CEO Aspen Medical Bruce Amstrong, Co-Author Net-Positive Paul Polman, dan EV Chairman TVS Supply Chain Solution Ltd R Dinesh.

Sementara itu, Airlangga Hartarto bertindak sebagai pembuka forum di hari kedua. Dia akan berbicara mengenai peran kerja sama Pemerintah-swasta dalam pertumbuhan ekonomi. Bersama dengan Ketua Umum Kadin Indonedia Arsjad Rasyid dan Chair B20 Indonesia Shinta W Kamdani.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan berbicara mengenai upaya mengembalikan ekonomi global melalui kerja sama yang inklusif. Sesi ini akan diikuti oleh pemaparan dari Ratu Maxima dari Belanda yang membawakan topik transformasi digital untuk mempromosikan keuangan yang inklusi.

Mantan PM Inggris Tony Blair juga akan masuk pada sesi menjelang akhir dengan membawakan tema investasi pada pertumbuhan inklusif untuk ketahanan di masa depan. Terakhir, rencananya, Presiden Joko Widodo akan menutup rangkaian acara B20 Summit tersebut.

 

3 dari 4 halaman

Sederet Pengusaha Global Bakal Hadir

Presidensi G20 Indonesia untuk periode tahun 2022 akan segera berakhir. Kadin Indonesia sebagai penyelenggara B20 Indonesia saat ini tengah mempersiapkan puncak kegiatan B20 Summit yang diselenggarakan pada 13-14 November di Bali Nusa Dua Convention Center(BNDCC), Bali, Indonesia.

Chair of B20 Indonesia, Shinta Kamdani mengatakan, B20 Summit 2022 di Bali akan dihadiri CEO perusahaan global terkemuka, pemimpin bisnis serta organisasi di negara-negara G20. Shinta mencatat, akan ada 96 speakers dari 30 negara yang akan dilibatkan dalam B20 Summit. Termasuk CEO Tesla, Elon Musk.

"Dari sektor bisnis global diantaranya Elon Musk CEO Tesla Inc, Daniel Zhang-Chairman of Alibaba Group, Alan Jope CEO Unilever. Selain itu Tony Blair eksPerdana Menteri Inggris, Mari Elka Pangestu Managing Director World Bank, hingga Klaus Schwab-Founder and Executive Chairman of World Economic Forum juga dijadwalkan akan hadir," ucap Shinta, Jumat (4/11/2022).

Host of B20 sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, ada tiga kunci utama dalam tema besar B20.

Pertama, melanjutkan pemulihan dan pertumbuhan kolaboratif dengan memfasilitasi kerjasama lintas batas untuk bersama-sama pulih lebih kuat. Kedua, meningkatkan ekonomi global yang inovatif dengan memanfaatkan potensi kemajuan teknologi dan kreativitas yang pesat.

Terakhir, menempa masa depan yang inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan dan UMKM serta melestarikan bumi layak huni.

"Melalui forum B20, Kadin Indonesia dan komunitas bisnis internasional bisa membantu pemerintah untuk memformulasikan, merumuskan dan merekomendasikan serta mengadvokasi kebijakan yang terkait pemulihan sosial ekonomi menjadi 25 policy recommendation dan 68 policy action yang menjadi hasil kerja besar Presidensi B20 Indonesia," paparnya.

 

4 dari 4 halaman

Proyek Bisnis

Menurut Arsjad, terkait dengan pertumbuhan bisnis yang kolaboratif, Indonesia memiliki banyak proyek bisnis kolaborasi publik swasta.

Melalui Forum B20, Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan kepercayaan dari komunitas global dan menumbuhkan pusat investasi di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Forum B20 Indonesia juga berhasil membentuk warisan program atau legacy programs.

"Hasilnya diyakini akan mendorong negara-negara anggota G20 terus berkolaborasi secara berkelanjutan, tidak berhenti saat Presidensi Indonesia berakhir. Saat ini, Indonesia juga terus berkomunikasi denganIndia yang akan menjadi pemegang Presidensi B20-G20 tahun depan terkait kelanjutan legacy program dari Indonesia," ungkapnya.

Legacy Programs B20 Indonesia diyakini akan memberikan dampak untuk menjawab isu penting duniayakni transisi hijau, pertumbuhan inklusif, layanan sehat yang adil dalam jangka panjang.

Sehingga, legacy bisa memastikan hasil kerja B20 dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS