Sukses

ACT Viral di Twitter Usai Beredarnya Laporan Penyelewengan Donasi

Liputan6.com, Jakarta - Tagar Jangan Percaya ACT (#JanganPercayaACT) dan Aksi Cepat Tilep menjadi ramai diperbincangan warganet di platform Twitter sejak Minggu, (3/7/2022).

Tagar tersebut juga sempat menjadi Trending Topic di Indonesia.

Setelah ditelusuri, tagar itu merujuk pada salah satu organisasi amal dan kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT). Tagar itu ramai setelah beredarnya laporan majalah Tempo edisi 4-10 Juli 2022.

Dalam laporan majalah berjudul Kantong Bocor Dana Umat rilisan Tempo tampak menyebutkan bahwa 'lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap limbung karena sejumlah penyelewengan'.

Laporan itu juga menyebut, pendiri dan pengelola ACT diduga memakai donasi masyarakat untuk kepentingan pribadi.

Dari beredarnya laporan majalah tersebut, warganet di Twitter sontak ikut memberikan komentar mereka.

Adapun beberapa warganet yang meminta agar laporan ini bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Tak hanya itu, unggahan salah satu warganet juga menyoroti kabar yang menyebut pimpinan ACT mengantongi gaji hingga ratusan juta. 

"Presiden ACT kabarnya mendapat gaji lebih dari Rp 250 juta dan senior vice president sampai Rp 150 juta. Benarkah?," tulis salah seorang warganet.

Berikut adalah berbagai cuitan warganet di Twitter, mengomentari beredarnya laporan majalah Tempo soal ACT : 

Sebagai informasi, ACT resmi diluncurkan secara hukum sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan sejak 21 April 2005. ACT mengembangkan aktivitasnya, mulai dari kegiatan tanggap darurat hingga ke program pemulihan pascabencana.

Selain itu, ACT juga memiliki program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, termasuk program berbasis spiritual seperti Qurban, Zakat, dan Wakaf.

Dikutup dari situs resminya, ACT juga didukung donatur publik dari masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalaah kemanusian termasuk CSR.

2 dari 3 halaman

Global Wakaf-ACT Kuatkan Peran Cetak UMKM di Indonesia

Global Wakaf-ACT terus menguatkan peran UMKM dengan berbagai program wakaf yang bersifat produktif. Wakaf Modal untuk UMKM (WM UMKM), Gerobak Wakaf, dan pembinaan UMKM menjadi program yang terus digulirkan.

Wakaf UMKM kini hadir di Cianjur. Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Global Wakaf-ACT memberikan bantuan modal gerobak usaha dan pendampingan untuk sejumlah UMKM di Cianjur. Secara simbolis bantuan diserahkan kepada pelaku UMKM di Kantor Bupati Cianjur, Selasa (1/3/2022).

Presiden Direktur Global Wakaf Corporation (GWC) Cecep Wahyudin menjelaskan Global Wakaf dan Pemerintah Kabupaten Cianjur memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kecil-menengah. Menurut Cecep, hingga lima tahun ke depan Pemkab Cianjur ingin mencetak 10.000 UMKM baru.

"Insyaallah di Cianjur menjadi yang pertama sebagai pilot project untuk mengembangkan Kawasan Wakaf Terpadu di tingkat kabupaten. Kami akan mendampingi dan memberikan permodalan, saat ini kepada pelaku UMKM. Insyaallah ke depan kami akan mendukung masyarakat dari mulai nelayan, petani, peternak, perikanan,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Jelang Idul Adha, ACT Luncurkan Program Kudu Qurban

Perayaan Hari raya Idul Adha merupakan sarana bagi umat Islam untuk berbagi kepedulian terhadap sesama. Karena setelah disembelih, hewan kurban akan dibersihkan dan dipotong-potong. Kemudian daging-daging tersebut akan dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Untuk itu, Presiden Global Qurban Mukhti menyerukan umat muslim untuk melakukan qurban. Menurutnya, bersyukur dengan berkurban juga memiliki nilai keagamaan dan sosial yang amat tinggi.

 "Pahala orang yang berkurban adalah baginya satu kebaikan dari setiap helai bulu hewan yang dikurbankan. Dengan berkurban, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah dan sesama manusia," ucap Mukhti, dalam keterangan tertulisnya Jumat (27/5/2022).

“Secara sosial, kurban dapat membahagiakan masyarakat prasejahtera yang tidak pernah menikmati daging karena harganya yang cukup mahal. Apalagi saat pandemi Covid-19 lalu, ekonomi mereka juga semakin terpuruk,” sambungnya.

Melihat penting dan manfaat ibadah kurban tersebut, Global Qurban - ACT mengusung tema Kuatkan Tekad, Kudu Qurban pada pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Diharapkan kesadaran untuk berkurban betul-betul dimengerti oleh umat Islam.

“Kudu Qurban bermakna sebagai bentuk syukur dan takwa kepada Allah SWT, juga Kudu Qurban sebagai ungkapan peduli terhadap kemanusiaan,” kata Mukhti.

Dalam pelaksanaan kurban tahun 2021, Global Qurban mendistribusikan kurban ke 37 negara dan 278 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia. Total hewan kurban mencapai 24.505 setara kambing yang terdiri dari 869 ekor sapi, 2.472 ekor kambing, dan 28 ekor unta.

“Penerima manfaat mencapai 1.907.164 jiwa dan melibatkan 23.071 relawan. Diharapkan kurban tahun ini meningkat dari tahun lalu, baik secara jumlah hewan, wilayah pendistribusian, dan penerima manfaatnya,” harap Mukti.