Sukses

Di World Economic Forum, Menko Airlangga Ungkap Komitmen Transisi Energi Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi panelis dalam workshop percepatan transisi energi di emerging and developing economies dalam gelaran World Economic Forum Annual Meeting 2022 di Davos, Swiss. 

Panelis lain yang hadir dalam workshop tersebut adalah Chairman and Managing Director of ReNew Power, Group Chief Sustainability Officer HSBC, dan Executive Director International Energy Agency dan dimoderatori oleh President and CEO Bezos Earth Fund Andrew Steer.

Workshop tersebut mendiskusikan tentang mekanisme transisi energi dan menekankan kolaborasi berbagai pihak termasuk Pemerintah, swasta, dan masyarakat global. Pemateri dan partisipan yang hadir dalam workshop ini adalah delegasi berbagai negara, perusahaan multinasional, multilateral development banks, investor pada bidang energi, dan International Energy Agency.

Menko Airlangga Hartarto menyampaikan komitmen Indonesia terhadap transisi energi yang adil dan terjangkau, pentingnya investasi pada sektor transisi energi, dan pentingnya regulasi transisi energi.

 

Dalam sesi panel diskusi dibahas beberapa topik pilihan, diantaranya:

(i) kolaborasi dan model bisnis yang diperlukan untuk segera beralih dari komitmen ke tindakan nyata yang mendukung transisi energi;

(ii) mekanisme pembiayaan yang berpotensi membuka dan meningkatkan investasi masa depan untuk mendukung energi terbarukan dan teknologi dekarbonisasi;

(iii) memastikan bahwa pendanaan hijau terhubung dengan kebutuhan aktual di lapangan;

(iv) best practices di negara maju;

(v) bagaimana negara berkembang dan emerging economies dapat memanfaatkan peluang transisi yang diperlukan dari batu bara ke energi terbarukan;

(vi) langkah-langkah untuk menciptakan Zona Energi Terbarukan, dan;

(vii) tindakan yang perlu diambil untuk memastikan akses energi bersih ke jutaan orang yang kekurangan energi dan mencapai target SDGs.

Diharapkan workshop tersebut mampu memberikan masukan dan wawasan terbaru bagi pemangku kepentingan seperti upaya katalisasi pada proses mekanisme percepatan transisi energi di wilayah negara emerging dan negara berkembang, mempercepat upaya yang sedang dilakukan pada proses transisi energi, melihat peluang dari proses transisi, dampak yang mungkin terjadi pada masyarakat akibat transisi energi, dan penyelarasan dan kolaborasi antara Pemerintah dan swasta.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Menko Airlangga Ajak AMTD Group Investasi ke Indonesia

Di sela-sela kunjungan kerja di Davos, Swiss, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Chairman of the Board of Directors AMTD Group, Dr. Calvin Choi. Dalam pertemuan tersebut Menko dan Dr. Choi mendiskusikan beberapa hal terkait dengan perkembangan inklusi keuangan dan peluang investasi pada sektor keuangan.

Menko Airlangga mengajak AMTD Group sebagai salah satu institusi keuangan yang berpusat di Hong Kong, untuk berinvestasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dalam mendukung pemulihan ekonomi.

Menko Airlangga pun bercerita, potensi digitalisasi ekonomi di Indonesia begitu besar. Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan peluang besar yang bisa mendorong perekonomian nasional semakin kuat.

Pandemi Covid-19 telah memicu masyarakat Indonesia untuk beradaptasi dalam melaksanakan aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi melalui pemanfaatan sejumlah layanan digital. Pada tahun 2021, Indonesia memiliki nilai ekonomi digital tertinggi di ASEAN yakni menguasai 40 persen dari pangsa pasar dengan nilai mencapai USD 70 miliar.

"Nilai tersebut diperkirakan akan terus tumbuh hingga mencapai USD 146 miliar pada tahun 2025," jelas dia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (24/5/2022).

Khusus di sektor Financial Technology (fintech), aset fintech pada November 2021 telah mencapai R p4,1 triliun dengan total 104 pihak yang terdaftar. Kondisi ini tidak terlepas dari tanggung jawab Pemerintah untuk mencapai target inklusi keuangan nasional sebesar 90 persen orang dewasa Indonesia memiliki akses ke layanan keuangan formal pada tahun 2024.

Dr. Choi merespons baik tawaran Pemerintah Indonesia dan melihat momentum pertemuan ini sebagai kesempatan bagi AMTD Group untuk melakukan studi lebih lanjut dalam rangka investasi di Indonesia, terutama dalam sektor keuangan dan sektor riil.

3 dari 3 halaman

Perkembangan Teknologi Digital di Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia sudah mempunyai 2 decacorn dan tiga Apple Academy di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Diharapkan pada lima tahun ke depan, akan tercipta 6 juta digital talents. Pemerintah juga sudah meluncurkan super tax deduction untuk sektor pendidikan serta kegiatan penelitian dan pengembangan.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menerangkan tentang bahwa sektor keuangan merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam proses perbaikan ekonomi Indonesia di masa pandemi. Melalui kebijakan Program Ekonomi Nasional, Pemerintah telah memberikan dukungan kepada para pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19 dengan penjaminan kredit dan pemberian dana insentif.

Selain itu, Pemerintah juga membuka Program Kartu Prakerja yang merupakan penguatan pelatihan yang bersifat crash program yang diciptakan untuk menjaga keberlanjutan pendapatan di masa pemulihan sosial ekonomi serta peningkatan link and match dengan industri.

Program Kartu Prakerja digunakan untuk skilling, upskilling, dan reskilling. Program Kartu Prakerja ini masih terus dilanjutkan pada tahun 2022, dimana skema pelaksanaan yang bersifat semi bantuan sosial tetap dilakukan. Sampai dengan tahun 2022, Kartu Pra Kerja sudah digunakan oleh lebih dari 87 juta masyarakat Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan ini mendampingi Menko Airlangga yakni Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, dan Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Eko Cahyanto.