Sukses

Top 3: Menko Airlangga Beberkan Sederet Risiko Global Imbas Konflik Iran-Israel

Berikut tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Rabu, 16 April 2024.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, pihaknya terus memantau perkembangan dunia, salah satunya ketegangan Iran dan Israel di Timur Tengah.

"(Kami menggelar) rapat untuk mempersiapkan terkait dengan global shock akibat (ketegangan) Iran dan Israel dan tentu kami berharap terjadi deeskalasi,” ungkap Airlangga dalam pidato di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2024.

Sebagai Kementerian yang bertanggung jawab di perekonomian, Menko Airlangga mengatakan, ia terus mempersiapakan berbagai hal mengingat situasi dunia yang masih dihantui berbagai guncangan geopolitik.

"Dunia cannot afford another war (tidak bisa menghadapi perang lain lagi), jadi pesan dengan berbagai pihak minta mengendalikan diri, terutama negara-negara yang bertikai di Timur Tengah,” ujarnya.

Artikel Menko Airlangga Beberkan Sederet Risiko Global Perang Iran Vs Israel menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum Rabu (16/4/2024):

1.Menko Airlangga Beberkan Sederet Risiko Global Perang Iran Vs Israel

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, pihaknya terus memantau perkembangan dunia, salah satunya ketegangan Iran dan Israel di Timur Tengah.

“(Kami menggelar) rapat untuk mempersiapkan terkait dengan global shock akibat (ketegangan) Iran dan Israel dan tentu kami berharap terjadi deeskalasi,” ungkap Airlangga dalam pidato di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2024.

Sebagai Kementerian yang bertanggung jawab di perekonomian, Menko Airlangga mengatakan, ia terus mempersiapakan berbagai hal mengingat situasi dunia yang masih dihantui berbagai guncangan geopolitik.

Dunia cannot afford another war (tidak bisa menghadapi perang lain lagi), jadi pesan dengan berbagai pihak minta mengendalikan diri, terutama negara-negara yang bertikai di Timur Tengah,” ujarnya.

Berita selengkapnya baca di sini

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

2.Yen Jepang Anjlok ke Level Terendah Sejak 1990

Yen Jepang melemah pada hari Senin (15/4), ke level terendah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejak Juni 1990, dengan pasar waspada terhadap tanda-tanda intervensi dari otoritas Jepang untuk menopang mata uang tersebut.

Melansir Channel News Asia, Selasa (16/4/2024) pelemahan Yen terjadi di tengah penguatan USD yang didukung oleh data ekonomi AS yang menunda perkiraan waktu penurunan suku bunga pertama The Fed ke bulan September dari bulan Juni, dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

USD terakhir naik 0,66 persen menjadi 154,28 yen, yang terkuat sejak 1990.

USD memperpanjang kenaikan pada Senin, 15 April 2024 setelah data penjualan ritel bulan Maret lebih kuat dari perkiraan. Penurunan Yen terhadap USD telah menghidupkan kembali antisipasi intervensi mata uang.

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

3.Mengenal Rudal Kheibar, Senjata Iran yang Sukses Gempur Israel

Konflik Timur Tengah makin memanas. Setelah selama ini Israel tak segera menghentikan invasinya ke Jalur Gaza, Palestina, Iran akhirnya iktu turun tangan.

Iran menggunakan lebih dari 300 rudal dan drone untuk menyerang kawasannya pada Sabtu, 13 April 2024.

Serangan ini telah dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Iran sebagai bentuk balasan atas penyerangan gedung konsulatnya yang ada di Suriah. Insiden tersebut memakan belasan korban jiwa, termasuk dua orang jenderal.

Kementerian Luar Negeri Iran mengungkap alasan penyerangan balik ke Israel. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, disebutkan bahwa hal ini berkaitan dengan upaya membela diri.

"Pada hari ini (14 April 2024) angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam menjalankan hak wajarnya untuk membela diri seperti yang diatur dalam pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sebagai tanggapan pembalasan terhadap agresi militer berulang-ulang rezim Zionis," kata Kemlu Iran, dalam pernyataan yang diterima Liputan6.com.

Berita selengkapnya baca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.