Sukses

Ibu Kota Negara Nusantara Jadi Game Changer Bagi Ekonomi Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Ibu Kota Negara Nusantara digadang-gadang jadi game changer bagi Indonesia. Alasannya, keberadaan ibu kota baru akan membuka peluang lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar mengatakan IKN Nusantara bakal jadi pemantik pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Apalagi perpindahan inibmasuk ke dalam strategi besar transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Ini merupakan gamechanger untuk tumbuh lebih cepat dan ini upaya kita cari sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan cara menyeimbangkan ekonomi antar wilayah yang lebih merata," katanya dalam Indonesia Economic Outlook 2022, Rabu (26/1/2022).

"Kalau kita tahu saat ini terpusat di pulau jawa. Kita tau tahun 2022, merupakan tahun kunci untuk pemulihan ekonomi, meski ditengah ketidakpastian Omicron," imbuhnya.

Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 ini berkisar 5,2-5,5 persen. Tentu, angka ini lebih besar dari angka pertumbuhan ekonomi pada 2021 lalu yang dipatok sekitar 3,8-4 persen.

"Artinya 2022 kita harus lebuh cepat untuk basis recover together sesuai tema G20 di Indonesia," katanya.

Amalia menyebut, yang jadi tumpuan dalam menuju pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan tersebut caranya lewat investasi ekspor di tahun 2022.

"Kaitannya bagaimana pemindahan Ibu Kota jadi ranah investasi tak hanya bagi pemerintah, tapi juga investasi menengah dan jangka panjang," katanya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Jadi Negara Maju

Pembangunan IKN Nusantara guna mencapai visi Indonesia Emas 2045 juga kata dia sebagai akselerasi menjadi negara maju. Artinya, IKN Nusantara jadi salah satu akselerator menuju negara maju.

"Motivasi kedua jadi identitas nasional dimana ini jadi benchmark untuk suatu IKN yang cerdas hijau indah berkelanjutan, modern dan berstandar internasional," kata dia.

"Ini juga tujuan mengubah orientasi pembangunan dari jawa sentris menjadi indonesia sentris dan percepat 0emulihan dan tranformasi ekonomi nasional pasca covid-19," imbuhnya.