Sukses

Terbongkar, Alasan Erick Thohir Rombak Gedung Sarinah

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan, alasan kuatnya melakukan revitalisasi Gedung Sarinah berada di Thamrin, Jakarta Pusat. Salah satunya ingin mengangkat ekonomi kerakyatan menjadi local content dan local brand.

"Sarinah ini harus kita bangun ulang. Karena kenapa? Kan sejarah yang hampir terlupakan intisarinya adalah bagaimana presiden pertama kita ingin mengangkat sebuah ekonomi kerakyatan," kata Erick Thohir dikutip dari akun instagram @erickthohir, Jumat (10/12).

Menteri Erick ingin Sarinah bisa dijadikan multiplatform storytelling. Di mana di dalamnya tetap ada brand Sarinahnya, namun juga ada turunan jadi local brand-nya. "Dan tentu ada kaitan juga dengan story atau literasi ataupun apapun yang nanti kita harus kembangkan gitu," ujarnya.

Secara infrastruktur Gedung Sarinah sendiri sudah terbilang tua. Oleh karenanya, dibutuhkan wajah baru dengan dilakukan pembangunan ulang.

"Membayangkan Sarinah beberapa tahun lagi bisa menjadi pusat UMKM yang sekaligus budaya luar biasa. Semoga cita-cita baik ini bisa terlaksana dengan baik," harapannya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Sarinah Akan Dibuka Maret 2022

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir berencana untuk membuka Gedung Sarinah setelah renovasi selesai pada Maret tahun 2022.

"Tentu hari ini merupakan bagian dari pengecekan yang kita lakukan terus menerus. Saya sudah hadir ke sini tiga kali dan tentu progresnya sangat bagus, serta kita rencanakan memang awalnya pada Agustus saat itu namun karena situasi pandemi Covid-19, kita putuskan untuk membukanya pada Maret tahun depan," ujar Erick Thohir bersama para finalis kaum muda peserta #GirlsTakeover di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (28/9).

Menurut Erick Thohir, Sarinah akan terus dirawat sebagai bagian dari sejarah, namun tentunya dengan ekosistem dan model bisnis yang baru.

"Saya rasa ini membuktikan bahwa sejarah tidak boleh dilupakan. Di sinilah mengapa Sarinah terus kita rawat menjadi bagian sejarah, tetapi dengan ekosistem dan model bisnis yang baru," katanya.

Selain berencana untuk membuka Gedung Sarinah pasca-renovasi, Erick Thohir juga akan memamerkan seni rupa patung relief Sarinah bersejarah hasil restorasi.

"Dan tentu yang kita tunggu-tunggu nanti yakni hasil daripada relief yang diperbaiki, tadi saya sudah cek bagus. Hanya kita tunggu kapan hari yang terbaik untuk kita memamerkan relief ini," kata Erick.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com