Sukses

Saat Pandemi, Ekonomi Desa Tumbuh Lebih Baik Dibanding di Kota

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah pedesaan relatif tidak terdampak langsung pandemi Covid-19. Ekonomi pedesaan relatif bertumbuh karena didorong sektor pertanian, perkebunan dan lainnya.

"Di pedesaan tidak terlalu terdampak, relatif bertumbuh baik," kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam talk show bertajuk 'Saatnya Bangkitkan Pariwisata dan UMKM Indonesia', Jakarta, Senin (19/4/2021).

Kondisi sebaliknya terjadi di wilayah perkotaan. Sebab pertumbuhan ekonomi di perkotaan ditopang konsumsi masyarakat. Berbagai sektor ekonomi bergerak karena ada mobilitas mulai dari perkantoran, lingkungan sekolah hingga kawasan industri.

"Yang terpuruk ini perkotaan yang berhubungan dengan kegiatan sekolah, kantor dan industri," kata Teten.

Melambatnya perekonomian ini diatasi Pemerintah dengan memberikan berbagai stimulus. Namun Teten menyebut stimulus tersebut tidak selamanya bisa ditopang Pemerintah.

"Daya tahan ini tetap ada batasannya," kata dia.

Maka, persoalan pengendalian virus corona dari sektor kesehatan harus terus digalakkan. Sebab hal ini akan banyak memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional.

"Pajak ini kan dikurangi buat stimulus tapi di sisi lain belanja sosial kesehatan ini tinggi dan berapa lama ini bisa bertahan," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Pengendalian Virus

Pengendalian virus ini, kata Teten akan mendorong kepercayaan masyarakat untuk kembali keluar dan beraktivitas di rumah. Kembali melakukan kegiatan konsumsi setelah selama ini terhenti karena pembatasan sosial.

Dia meyakini masih banyak masyarakat kelas menengah yang memiliki dana. Bahkan jumlahnya bertambah karena dalam satu tahun terakhir aktivitas konsumsi terhambat.

"Saya percaya masih banyak rang Indonesia yang punya tabungan banyak dari 1 miliar sampai puluhan juta. Makanya simpanan mereka naik," kata dia.

Peningkatan konsumsi masyarakat kelas ini akan mendorong perekonomian nasional. Mulai dari berwisata, membeli kendaraan bermotor hingga membeli rumah.

"Makanya di stimulus buat properti, motor buat sasar menengab atas yang punya uang buat spending," kata dia mengakhiri.