Sukses

Jelang Ganti Nama, Tol Layang Jakarta–Cikampek Ditutup 5 Jam

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka penggantian nama jalan tol layang Jakarta–Cikampek akan dilakukan Penutupan sementara sebagian ruas. Penutupan tersebut  dilakukan pada on ramp dari arah Jakarta menuju Cikampek Km 10A Junction Cikunir pada hari Senin, 12 April 2021 mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB.

Dikutip dari keterangan Kementerian PUPR, Minggu (11/4/2021), Penutupan 2 lajur hanya dilakukan pada akses masuk tol layang Jakarta–Cikampek yang mengarah ke Cikampek selama 5 jam tersebut. Selama waktu penutupan tersebut, pengguna jalan tetap dapat melalui Tol Japek Elevated dari arah JORR (Rorotan - Bintara) atau dengan menggunakan jaringan jalan tol lama (bagian bawah).

Sementara arus lalu lintas tol layang Jakarta–Cikampek dari arah Timur (Karawang - Km 47 B) menuju ke Jakarta tidak mengalami penutupan atau pengalihan lalu lintas, artinya ruas tol Japek II Elevated tetap dioperasikan normal seperti biasa.

Jalan tol layang Jakarta–Cikampek yang telah beroperasi tersebut telah menjadi salah satu solusi kemacetan yang sering terjadi di ruas vital tersebut. Ruas tol Japek II Elevated merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia dan menjadi jalan tol bertingkat (double decker motorway) yang pertama di Indonesia karena dibangun di atas Jalan tol Jakarta-Cikampek.

Tujuan dibangunnya jalan tol layang Jakarta–Cikampek ini adalah untuk memisahkan pergerakan komuter jarak pendek Jakarta-Bekasi-Cikarang (lajur kolektor/eksisting) dengan pergerakan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya (lajur ekspres/layang), khususnya golongan I non-bus.

Pembangunan tol layang Jakarta–Cikampek dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk (Kerjasama Operasi). Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan nilai investasi Rp 16,2 triliun.

2 dari 3 halaman

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek akan Ganti Nama Jadi Sheikh Mohamed Bin Zayed

Sebelumnya, Jalan tol layang Jakarta-Cikampek akan diberi nama jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Pergantian nama tersebut rencananya akan diresmikan pada Senin 12 April 2021.

Dikutip dari keterangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Minggu (11/4/2021), pergantian nama jalan tol layang Jakarta-Cikampek menjadi Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed akan digelar pada Senin 12 April 2021 di akses masuk Jalan Tol Layang Arah Cikampek Km 10 A Jakarta-Cikampek.

Sheikh Mohamed Bin Zayed adalah Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA). Ia adalah putra almarhum Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan yang merupakan presiden pertama UEA.

Sheikh Mohamed Bin Zayed lahir di Uni Emirat Arab pada 11 Maret 1961. Ia sekolah di Al Ain dan Abu Dhabi sampai usia 18 tahun.

Selanjutnya pada 1979, dia bergabung dengan Akademi Militer Kerajaan Sandhurst. Setelah lulus, dirinya kembali ke UEA untuk bergabung dengan Kursus Pelatihan Perwira di Sharjah, Emirat lain di UEA.

Pangeran Sheikh Mohamed Bin Zayed memegang peran politik dan ekonomi di tingkat Emirat dan tingkat Federal. Ia dikenal dengan komitmennya yang besar untuk meningkatkan standar pendidikan di Abu Dhabi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: