Sukses

Erick Thohir Sebut Kompor Listrik Bisa Hemat 20 Persen Pengeluaran Rumah Tangga

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mencanangkan program konversi 1 juta kompor gas ke kompor listrik tahun ini. Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan program ini akan sangat menguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat.

Bagi masyarakat, penggunaan kompor listrik akan menghemat pengeluaran rumah tangga. Rata-rata penggunaan kompor gas LPG masyarakat dalam sebulan mencapai Rp 147 ribu. Bila masyarakat beralih ke kompor listrik maka akan menghemat 20 persen pengeluaran untuk membeli energi.

"Rata-rata biaya masak di rumah Rp 147 ribu per bulan. Dengan kompor listrik ini akan hanya memakai 118 ribu per bulan," kata Erick dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Rabu (31/3).

Bagi pemerintah, penggunaan kompor listrik akan menghemat biaya impor LPG. Bila ada 15 juta pengguna kompor listrik, maka akan banyak menghemat anggaran pemerintah.

"Kalau 15 juta kompor listrik terpakai, maka akan terjadi penghematan luar biasa untuk impor LPG," kata Erick.

Erick yakin, program ini akan mencapai targetnya hingga 5 tahun ke depan. Selama semua masyarakat mau bergotong-royong mendukung program pemerintah.

"Kalau dulu kita bisa mengubah kompor minyak ke gas, kenapa kita enggak ganti juga ke kompor listrik sekarang," kata dia.

Bila ini sukses, ini akan menjadi deretan inovasi yang dilakukan pemerintah demi mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Sebagaimana diketahui, Pemerintah tengah menjalankan proyek kendaraan listrik berbasis baterai dan industri baterainya.

"Kemarin kita berhasil konsolidasikan industri kendaraan listrik dan baterai listrik," kata dia.

Sehingga, kata Erick, ke depan Indonesia bukan lagi menjadi target pasar global saja. Melainkan juga menjadi tulang punggung dalam industri hijau.

"Seiring perubahan zaman, kita tidak lagi jadi market tetapi menjadi tulang punggung karena kita punya cadangan nikel terbesar di dunia," kata dia mengakhiri.

2 dari 4 halaman

Tekan Impor LPG, PLN Siap Konversi 1 Juta Kompor Gas ke Listrik

PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mendorong upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Caranya dengan membuat program konversi 1 juta kompor gas ke kompor induksi atau kompor listrik.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini memaparkan berdasarkan data, Indonesia merupakan negara pengimpor gas LPG hingga Rp 60 triliun yang disubsidi pemerintah hingga Rp 50 triliun.

Padahal di waktu yang bersamaan, pemerintah memiliki kelebihan energi listrik nasional mencapai 50 persen dari kebutuhan masyarakat saat ini.

"Tingginya impor gas dengan nilai kurang lebih Rp 60 triliun dengan subsidi LPG Rp 50 triliun per tahun," kata Zulkifli dalam konferensi pers virtual, Jakarta , Rabu (31/3).

Melihat kondisi tersebut, PLN menilai saat ini waktu yang tepat untuk melakukan transformasi penggunaan kompor gas LPG ke kompor listrik. Sebab selain bisa mengurangi impor gas, dalam waktu yang sama memanfaatkan kelebihan produksi listrik PLN.

"Dengan begitu, hemat kami secara tidak langsung akan menghemat subsidi LPG. Gerakan ini juga sekaligus mengatasi penyaluran subsidi LPG yang sulit tepat sasaran," kata Zulkifli.

Dalam program ini PLN bekerja sama dengan 9 BUMN karya untuk mewujudkan ketahanan energi dan mewujudkan energi bersih. Selain itu juga bekerja sama dengan Bank BTN untuk membuat skema pembiayaan konversi kompor gas LPG ke kompor induksi. 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

3 dari 4 halaman

Kompor Induksi

Dalam program yang sama, PLN juga bekerja sama dengan Kementerian PUPR tentang integrasi data pengguna listrik dan penerima pembiyaaan perumahan untuk menghadirkan kompor induksi dalam setiap pembangunan perumahan atau apartemen.

"Kesepakatan tersebut jadi landasan utama pada penggunaan kompor induksi pada perumahan atau apartemen yang sedang atau akan dibangun untuk menggunakan kompor induksi," kata Zulkifli.

Untuk itu, PLN berkomitmen akan menjamin ketersediaan tenaga listrik dan memberikan pelayanan yang handal dan mutu terbaik. Dia berharap program ini akan mewujudkan cita-cita Pemerintah dalam hal kemandirian dan ketahanan energi nasional.

"Semoga ini jadi langkah awal buat ketahanan energi nasional dan mewujudkan penggunaan energi bersih," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: