Sukses

Berkat Zoom Meeting, Li Ka-shing Rebut Kembali Gelar Orang Terkaya Hong Kong

Liputan6.com, Jakarta Konglomerat asal Hong Kong, miliarder Li Ka-shing kembali dinobatkan sebagai orang terkaya di Hong Kong versi Forbes 2021. Li merebut kembali gelar ini setelah kekayaannya meningkat 20 persen berkat harga saham perusahaan meeting online Zoom yang reli panjang sejak Pandemi Covid-19.

Dikutip dari Nikkei Asia, Selasa (2/3/2021), kekayaan miliarder Li saat ini menyentuh USD 35,4 miliar atau sekitar Rp 495,6 triliun. Kepemilikan saham di Zoom menyumbang 20 persen terhadap kekayaan bersih dari pengusaha berusia 92 tahun ini.

Sepanjang 2020, perubahan pertemuan tatap muka menjadi serba daring membuat perusahaan-perusahaan teknologi menangguk untung paling besar. Termasuk Zoom, harga saham dari perusahaan dengan kode emiten ZM ini meroket berkali lipat.

Meski begitu, dikutip dari The Standard, bersamaan dengan peningkatan kekayaannya karena tren positif Zoom, harga saham perusahan milik Li yang lain justru anjlok.

Harga saham CK Asset, salah satu perusahaan properti Li dilaporkan sudah anjlok 27 persen semenjak kerusuhan di Hong Kong dan kian diperparah karena Pandemi.

Di bawah Li, pemilik perusahaan properti Henderson Land Development, Lee Shau-kee menduduki peringkat kedua orang terkaya di Hongkong berdasarkan catatan Forbes 2021. Meski begitu, sepanjang tahun lalu Shau-kee sempat merebut gelar ini dari Li.

Seperti yang terjadi di banyak negara, pandemi Covid-19 justru jadi batu loncatan bagi para miliarder melipat gandakan kekayaan mereka. Nilai kekayaan yang dimiliki deretan 50 orang paling kaya di Hong Kong rupanya meningkat 7,5 persen, meski di saat yang bersamaan pertumbuhan ekonomi negara tersebut justru terkontraksi 6,1 persen tahun lalu.

 

2 dari 3 halaman

Bisnis Li, Dari Real Estate hingga Teknologi

Bak ketiban duren, pandemi Covid-19 membuat saham-saham teknologi melesat tajam, tidak terkecuali Zoom Communication Inc. Setelah melantai di bursa Nasdaq April 2019, harga saham Zoom sudah meningkat 1.100 persen hingga Februari 2021 seperti dikutip dari Bloomberg.

Ini ikut mempengaruhi kekayaan Li yang sudah berinvestasi di Zoom sejak 2013. Dari yang nilai sahamnya di Zoom hanya USD 850 juta di awal IPO, ikut berlipat ganda menjadi USD 10 miliar semenjak pandemi. Sebelum akhirnya Li memecah sahamnya untuk diwariskan kepada anaknya.

Jumlah saham yang dimiliki Li di Zoom saat ini sekitar 6,6 persen atau senilai dengan USD 7,4 miliat setara Rp 104 triliun. Kepemilikannya ini berkurang setelah Li mewariskan 4,7 juta lembar sahamnya atau sekitar 1,6 persen kepada putranya, Richard Li Tzar-kai.

Selain berinvestasi di Zoom, Li juga terkenal cukup aktif mengucurkan uangnya untuk berinvestasi ke perusahaan teknologi. Lewat perusahaan pendaanaan Horizons Venture, investasi Li mengalir ke beberapa raksasa teknologi seperti Facebook, Spotify, Waze hingga Skype.

Keaktifannya sebagai investor mulai gencar pasca keputusannya untuk meninggalkan posisi CEO dari dua perusahaan properti miliknya, CK Hutchison dan CK Asset. Berkat kesuksesan dua bisnisnya itulah Li juga kerap dijuluki 'Superman' karena kehebatannya dalam berbisnis.

Kekayaan Li dari kepemilikan saham di dua perusahaan propertinya itu jika dijumlahkan menyumbang hampir setengah kekayaannya saat ini. Sahamnya di CK Asset sekitar USD 7,8 miliar dan sahamnya di CK Hutchison sekitar USD 9,2 miliar.

Reporter: Abdul Azis Said

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini