Sukses

Tak Mampu Bertahan, Sejumlah Hotel di Jakarta Dijual Online

Liputan6.com, Jakarta - Sektor perhotelan terdampak pandemi Covid-19 sangat keras. Banyak pengusaha perhotelan yang terpaksa gulung tikar karena tak ada pemasukan di tengah pandemi. Bahkan, ada beberapa hotel di Jakarta yang terpaksa dijual.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Jakarta, Sutrisno mengatakan, fenomena menjual hotel memang sudah terjadi dan tidak hanya di Jakarta saja. Pengusaha terpaksa mengambil pilihan tersebut karena tidak kuat menahan dampak pandemi Covid-19.

“Akibat pandemi, itu lebih banyak yang jual hotel. Kalau dilihat di iklan-iklan online itu banyak sekali, sudah banyak di Jakarta,” kata Sutrisno kepada merdeka.com, Jumat (5/2/2021).

Berdasarkan penelusuran merdeka.com disalah satu platform jual beli online OLX, hotel-hotel tersebut dibanderol dengan harga bervariasi, yakni mencapai miliaran rupiah.

Salah satunya, yakni GP Mega Kuningan Hotel. Di dalam situs tersebut awalnya dibanderol dengan harga Rp125 miliar. Namun, pelapak memberi diskon sehingga harganya menjadi Rp 120 miliar. Adapun Hotel berbintang 3 itu diterangkan memiliki 67 kamar dan berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan.

Kedua, Goodrich Hotel di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam deskripsi lapak, hotel itu diterangkan memiliki 4 bintang, 8 lantai dan 1 basement, serta 76 kamar. Hotel tersebut dibanderol dengan harga Rp 260 miliar.

Ketiga, Delua Hotel yang berlokasi di Mangga Besar, Jakarta Barat. Dalam keterangannya, hotel berbintang 3 itu dijual dengan harga Rp 85 miliar. Kemudian, dituliskan hotel tersebut memiliki 8 lantai dengan 70 kamar.

Keempat Hotel Ibis Budget yang berlokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam keterangannya, hotel tersebut memiliki 5 lantai, yang dibanderol dengan harga Rp 85 miliar.

Terakhir, hotel Losari yang berlokasi di kawasan Roxy, Jakarta Pusat. Hotel itu diterangkan memiliki 9 lantai dengan 102 kamar. Hotel tersebut dibanderol dengan harga Rp 90 miliar.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Gulung Tikar, Puluhan Hotel di Yogyakarta Dijual Online

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Deddy Pranowo Eryono, mencatat sebanyak 50 hotel dan resto di Yogyakarta gulung tikar akibat pandemi Covid-19. Bahkan, hotel-hotel tersebut sudah banyak merumahkan karyawan hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dia mengatakan, secara cash flow atau uang yang masuk ke hotel dan resto tersebut sudah tidak ada sama sekali. Belum lagi, mereka harus dibebankan untuk bayar karyawan yang dirumahkan, mulai dari gaji, pesangon, hingga BPJS Ketenagakerjaanya.

 

"Lalu dia punya alternatif, pilihan yang terakhir yang pahit itu adalah menjual," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/2/2021).

Dia mengakui, memang sebagian besar daripada hotel-hotel yang tutup tersebut memilih untuk menjual melalui platform online. Menurut dia, itu sah-sah saja dilakukan oleh pemilik hotel, karena memang kondisinya sangat tidak memungkinkan.

Meski begitu, dirinya belum mengetahui dan mendapatkan laporan hotel-hotel mana saja yang sudah ditawarkan melalui online. "Nah, itu belum ada laporan resmi ke kita, tapi itu dari mereka menawarkan melalui online. Tapi emang kondisinya seperti itu, real-nya seperti itu," jelas dia.

Di samping itu, PHRI juga mencatat masih terdapat sekitar 170-an hotel yang masih beroperasi di daerah Yogyakarta. Akan tetapi, kondisi mereka juga sudah memprihatinkan.

"Bahkan dari 400-an anggota PHRI sisanya sekitar 100-an memilih tutup, karena melihat situasi dan kondisi. Kalau membaik dibuka lagi," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: