Sukses

Sensus Penduduk 2020: Jumlah Laki-Laki Lebih Banyak Dibanding Perempuan

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Sensus Penduduk 2020 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk Indonesia pada 2020 mencapai 270.203.917 jiwa. Jumlah laki-laki lebih banyak dibanding dengan perempuan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka jumlah penduduk ini mengalami kenaikan hampir 33 juta jiwa dibandingkan sensus terakhir 10 tahun sebelumnya. Saat itu, BPS melaporkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 237,63 juta jiwa pada 2010.

"Selama 2010-2020 rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25 persen per tahun. Laju pertumbuhan penduduk dipengaruhi faktor kelahiran, kematian dan migrasi," jelas Suhariyanto, seperti dikutip Senin (25/1/2021).

Dari jumlah tersebut, jumlah penduduk laki-laki ternyata mendominasi populasi Indonesia, yakni sekitar 136,66 juta orang atau setara 50,58 persen total penduduk. Sementara jumlah penduduk perempuan sebanyak 133,54 juta orang atau setara 49,42 persen penduduk Tanah Air.

Adapun rasio penduduk berdasarkan jenis kelamin, setiap 102 penduduk laki-laki berbanding dengan 100 penduduk perempuan. 

Jika merujuk pada rasio jenis kelamin penduduk Indonesia, populasi kaum Adam sejak 1971-2020 terus mengalami peningkatan. Menurut Sensus Penduduk 1971 yang dikeluarkan BPS, rasio penduduk pria terhadap wanita masih 97 pria berbanding 100 penduduk perempuan.

Jumlah populasi pria semakin menguat pada kurun waktu 1980-1990, dana selama dua dekade tersebut rasio penduduk laki-laki 99 banding 100 perempuan. Sedangkan pada Sensus Penduduk 2000 dan 2010, rasio populasi pria tercatat lebih tinggi dibanding wanita, yakni 101 berbanding 100.

Tak hanya di Indonesia, kenaikan jumlah penduduk laki-laki juga terjadi untuk populasi bumi. Data dari Bank Dunia menunjukan bahwa jumlah perempuan memang cenderung menurun.

Pada 2019, dari total penduduk dunia sebanyak 7,79 miliar jiwa, jumlah penduduk perempuan tercatat 49,58 persen. Sementara rasio jumlah penduduk laki-laki sebanyak 50,42 persen.

2 dari 3 halaman

Jumlah Penduduk Indonesia Naik 1,25 Persen per Tahun

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah penduduk Indonesia di 2020. Data tersebut berdasarkan Sensus penduduk yang dilakukan pada tahun lalu. Tercatat, total jumlah penduduk Indonesia di 2020 mencapai 270.203.917 jiwa.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka ini mengalami kenaikan dibandingkan posisi jumlah penduduk pada sensus terakhir pada 2010. Saat itu, BPS mencatat jumlah penduduk Indonesia sekitar 237,63 juta jiwa.

 

"Selama 2010-2020 rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25 persen per tahun. Laju pertumbuhan penduduk dipengaruhi faktor kelahiran kematian dan migrasi," ucap Suhariyanto dalam webinar Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020 : Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia, Kamis (21/1/2021).

Suhariyanto merinci, jumlah penduduk ini terdiri dari 136,66 juta orang laki-laki atau setara 50,58 persen total penduduk. Sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 133,54 juta orang atau setara 49,42 persen penduduk RI.

Berdasarkan wilayah, pulau Jawa masih menduduki peringkat persebaran jumlah penduduk dengan jumlah 151,6 juta jiwa atau 56,1 persen dari total penduduk. Disusul Sumatera dengan jumlah 58,6 juta jiwa atau21,68 persen dari total penduduk tahun ini.

Selanjutnya, Sulawesi sebanyak 19,9 juta jiwa penduduk atau 7,36 persen dari total jumlah penduduk. Kalimantan sebanyak 16,6 juta jiwa atau 6,15 persen dari total penduduk tahun 2020.

Lalu, Bali dan Nusa Tenggara dengan jumlah penduduk 15 juta jiwa atau 5,54 persen dari total jumlah penduduk. Dan Maluku-Papua sebanyak 8,6 juta jiwa penduduk atau setara 3,17 persen dari total penduduk tahun 2020.

Suhariyanto mengakui data BPS ini relatif berbeda jika dibandingkan dengan data kependudukan semester II 2020 milik Kemendagri yang berjumlah 271.349.889 atau 271,34 juta jiwa. Jumlah ini terbagi menjadi perempuan 137.119.901 jiwa dan laki-laki 134.229.988 jiwa.

Soal perbedaan ini, Suhariyanto menjelaskan karena data BPS diambil per September 2020 sementara Kemendagri per Desember 2020. Alhasil, selama jeda waktu itu, ada pertumbuhan 0,14 persen penduduk sehingga jumlahnya sedikit berbeda.

Di luar itu, dia memastikan kedua data ini sudah selaras karena BPS dan Kemendagri telah mensikronisasinya. "Data sensus dan data penduduk sekarang sudah menyatu," tukasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: