Sukses

Fakta-Fakta Relief dan Patung Peninggalan Presiden Soekarno di Sarinah

Liputan6.com, Jakarta - Pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, Sarinah sedang direnovasi. Pembangunan ruang komersial ini ditargetkan selesai di hari kemerdekaan Indonesia yaitu pada 17 Agustus 2021.

Di tengah-tengah proses renovasi tersebut, ditemukan peninggalan bersejarah berupa relief dan patung. Berdasarkan informasinya, patung dan relief ini warisan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau pun perkembangan renovasi gedung Sarinah termasuk juga menengok relief dan patung bersejarah belum lama ini. Erick mengaku terkejut dan sedih atas penemuan patung bersejarah tersebut.

Dirangkum Liputan6.com, berikut ini fakta-fakta penemuan patung dan relief bersejarah di Gedung Sarinah, Sabtu (16/1/2021):

1. Di Belakang Gerai McD

Berdasarkan informasi yang dihimpun berbagai sumber, relief dan patung ini berlokasinya di belakang gerai restoran cepat saji McD. Tepatnya berada di ruang mekanikal dan elektrikal gedung perkantoran tersebut.

Relief itu menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia sebelum kemerdekaan. Penggambaran mereka tanpa alas kaki, berkebaya, bahu terbuka, dan bercaping. Terlihat sejumlah petani sedang membawa hasil panen. Pada bagian lain ,ada nelayan dan pedagang.

Dalam rancangan pengembangan Sarinah, relief dan patung ini akan dibongkar dan dipindahkan untuk di pajang di halaman utama Gedung Sarinah, serta dilengkapi dengan narasi mengenai cerita dari relief dan patung tersebut.

 

2 dari 4 halaman

2. Bakal Ditampilkan

Direktur Utama PT Sarinah, Fetty Kwartati, mengungkapkan relief peninggalan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, akan menjadi daya tarik gedung baru Sarinah nanti. Renovasi Sarinah diperkirakan akan selesai pada Agustus 2021.

"Memang ada relief tersebut, tapi baru akan kami publikasikan pada saat nanti peluncuran gedung Sarinah setelah pemugaran," kata Fetty kepada Liputan6.com.

"Karena benda itu termasuk cagar budaya, jadi kami harus koordinasi dengan tim cagar budaya, sehingga perlu dilakukan perapihan agar bisa kembali ke kondisi awal. Setelah melakukan restorasi dan merapikan, patung itu akan menjadi point of attraction Sarinah nanti," sambungnya.

Dijelaskannya, relief tersebut sudah ada sejak Sarinah dibangun pada 1960-an. Letak relief tersebut nanti juga tidak akan diubah.

"Nanti akan dibuka dan ditempatkan di lokasi awalnya," kata Fetty. 

3 dari 4 halaman

3. Erick Thohir Terkejut dan Sedih

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau perkembangan renovasi gedung perbelanjaan Sarinah. Dalam tinjauannya, Erick menengok relief dan patung bersejarah yang sudah lama tersimpan di dalam gedung.

Berdasarkan informasi yang didapat, patung dan relief ini warisan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Erick mengaku terkejut dan sedih atas penemuan patung bersejarah tersebut. Sebab, selain memiliki nilai seni, patung tersebut juga menjadi saksi sejarah, namun perawatannya tidak maksimal.

"Bangsa besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya dan bangsa besar adalah bangsa yang cinta karya seninya. Saya terharu, dalam arti, saya pecinta seni, ketika melihat kondisi seni budaya yang kita punya, tidak terawat," ujar Erick dalam keterangan video, Jumat (15/1/2021).

Oleh karena itu, dirinya meminta agar Sarinah dan WIKA selaku kontraktor yang merenovasi Sarinah untuk melakukan perbaikan terhadap patung dan relief tersebut.

Pasalnya, nanti patung dan relief ini juga bakal dijadikan ikon baru Sarinah yang baru. Dirinya juga berharap, Sarinah bisa kembali diresmikan pada bulan November.

 

4 dari 4 halaman

4.Penggambaran

Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengatakan, patung dan relief ini memang memiliki penggambaran kegiatan ekonomi rakyat jelata yang pada saat itu bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikan dan kerajinan.

"Selaku proklamator dan presiden pertama Indonesia, Bung Karno adalah seorang seniman dan yang mencetuskan pembuatan karya seni ini. Keberpihakan kepada ekonomi kerakyatan sudah merupakan semangat para pendiri bangsa ini," ujar Fetty dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021).

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Asikin mengatakan, karya seni ini berukuran gigantik. Saat diciptakan, karya seni ini sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern, seiring dengan dibangunnya Sarinah sebagai perwujudan modernisasi dan kebangkitan ekonomi bangsa yang berpihak kepada ekonomi rakyat (UMKM).

Kondisi Sarinah yang pada tahun 1980-an pernah terbakar membuat relief ini terpaksa dipindahkan dan disimpan di lantai dasar.

"Berkenaan dengan transformasi dan renovasi Gedung Sarinah, maka relief ini akan direstorasi dan dipamerkan saat pemugaran usai dan Sarinah beroperasi kembali," ujar Asikin.

Menurut catatan beberapa ahli sejarah dan seni rupa nasional, relief ini dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi 1962-1966, yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah. Diketahui, kelompok pematung dan pelukis ini berasal dari Yogyakarta.

"Siapa arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh TACB, (demikian) juga blue print atau cetak birunya, karena penting untuk pekerjaan restorasi," ujar Asikin.