Sukses

Berseteru dengan Miliarder Elon Musk, Mantan Karyawan Tesla Harus Bayar Rp 5,66 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Seorang mantan karyawan Tesla bersama Martin Tripp bersengketa dengan sang pendiri sekaligus CEO yaitu miliarder Elon Musk. Berdasarkan hasil persidangan, si karyawan diwajibkan untuk membayar USD 400 ribu atau kurang lebih Rp 5,66 miliar (kurs Rp 14.164) ke Tesla.

Asal muasal perseteruan tersebut karena mantan karyawan tersebut membocorkan informasi kepada wartawan seputar penundaan produksi di Gigafactory, Nevada.

Pembayaran tersebut pun menjadi sebuah bagian untuk penyelesaian sebuah gugatan yang diajukan oleh Tesla pada tahun 2018, atas tuduhan bahwa Martin Tripp secara ilegal membocorkan rahasia dagang produksi Tesla model 3, seperti melansir laman Bloomberg, Selasa (1/12/2020).

Sebagai bagian dari perjanjian, Tripp sendiri mengaku telah melanggar undang undang rahasia dagang dan perjanjian kerahasiaan. Tripp adalah seorang teknisi yang bekerja di Gigafactory dari tahun 2017 hingga 2018. Saat masih di perusahaan tersebut, ia mengirim email ke wartawan dan mengatakan bahwa Tesla, tidak akan bisa mencapai target produksi sebanyak 5.000 Tesla Model 3 dalam waktu seminggu.

Tesla sendiri pun langsung memecat Tripp, saat mengetahui bahwa dirinya yang menjadi sumber dari kebocoran informasi tersebut. Setelah itu pun, Musk dengan dirinya secara terbuka bersengketa.

Tripp membalas Elon Musk karena pencemaran nama baik, tetapi hakim federal yang menangani kasus itu membatalkannya. Hakim pun memutuskan bahwaTripp telah gagal menunjukan bahwa CEO Tesla telah melakukan tindakan jahat kepada dirinya.

Reporter: Yoga Senjaya Putra

 

2 dari 3 halaman

Saham Tesla Melonjak, Elon Musk Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia

Sebelumnya, Elon Musk yang merupakan CEO Tesla menjadi orang terkaya nomor dua di dunia. Itu terjadi berkat harga saham Tesla melonjak US$459,74 sejak awal tahun.Menurut Bloomberg, Elon Musk kini memiliki kekayaan bersih US$127,9 miliar atau setara Rp 1.815 triliun. 

Dengan kekayaan tersebut, Elon Musk bahkan telah melewati pendiri Microsoft Bill Gates dan berada di bawah pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Sejatinya, Gates masih bisa berada di atas Elon Musk, jika tidak menyumbangkan lebih dari US$27 miliar untuk amal.

Sementara itu, sekitar tiga per empat kekayaan bersih Musk berasal dari sahamnya di Tesla, yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$500 miliar. Jumlah ini lebih dari kapitalisasi pasar gabungan dari Ford, GM dan Daimler.

Elon Musk juga memiliki saham di SpaceX, tetapi itu tampaknya tidak menambah kekayaan bersihnya sebanyak Tesla.

Saham Tesla naik 6,6 persen dari 5,1 persen, menjadi US$548,53 per saham setelah naik lebih dari 523 persen sepanjang tahun ini.

Tentu saja, ada banyak perdebatan mengenai apakah harga saham stratosfer Tesla memiliki dasar atau tidak.

Kebanyakan orang mungkin akan mengatakan tidak, karena Tesla adalah produsen mobil yang relatif kecil yang hanya memproduksi 145.036 unit kendaraan pada kuartal ketiga, dan mengirimkan 139.300 unit pada periode yang sama.

Sebagai perbandingan, GM menjual 765.001 unit kendaraan di Amerika Utara pada kuartal ketiga dan 1.793.311 unit secara global.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: