Sukses

636 CCTV Siap Jaga Tol Trans Sumatera dari Kejahatan

Liputan6.com, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) mengeluarkan pernyataan terkait isu potensi tindak kriminal atau kejahatan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hutama Karya disebutkan telah menggandeng pihak kepolisian daerah (polda) guna mengawal jalan tol tersebut.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan, mengaku hingga sejauh ini belum terima laporan dari polda terkait tindak kejahatan di Jalan Tol Trans Sumatera.

"Hingga saat ini, pihak Hutama Karya selaku pengelola jalan tol maupun pihak Kepolisian daerah setempat belum pernah menerima laporan resmi terkait dengan adanya pemalakan atau tindak kejahatan yang disebutkan," kata dia dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com, Selasa (1/12/2020).

Fauzan mengatakan, Hutama Karya selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera telah menyediakan sebanyak 636 unit CCTV yang memiliki kamera dua arah, yang terpasang di setiap 1 km.

"Sehingga dapat mencakup seluruh aktivitas yang terjadi di jalan tol, termasuk di rest area, dan selalu dipantau oleh petugas selama 24 jam penuh melalui Command Center dengan menggunakan sistem terintegrasi " ungkapnya.

"Dan kami selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah setempat untuk mengawasi keamanan serta keselematan pengguna jalan tol yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera dan memastikan jalan tol bebas dari tindak kejahatan," dia menambahkan.

Terlebih jelang libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Hutama Karya disebutnya akan memperketat pengawasan di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatera.

"Pada prinsipnya Hutama Karya akan memperketat pengamanan baik di sepanjang jalan tol maupun di rest area yang ada di Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya pada saat momen Nataru yang akan datang," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Jalan Tol Trans Sumatera Telah Tersambung 513 Km

Sebelumnya, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto melaporkan, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) hingga saat ini telah tersambung sepanjang 513 km.

Pembangunan jalan bebas hambatan ini dilakukan sesuai mandat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 yang diperbaharui pada Perpres Nomor 117 Tahun 2015 tentang Penugasan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Saat ini telah beroperasi sepanjang 513 km dan sedang dibangun 614 km," kata Budi Harto dalam sesi webinar, Rabu (25/11/2020).

Proyeksi besarnya, Jalan Tol Trans Sumatera ini akan tersambung sepenuhnya dari Lampung hingga Aceh pada 2024. "Adanya jalan tol in akan membangun peradaban baru. Tiap 50 km adalah rest area dimana orang bisa istirahat, belanja, makan, dan lain sebagainya," sambungnya.

Namun demikian, Budi Harto mencatat masih ada sejumlah pekerjaan rumah dalam pembangunan jalan tol ini. Salah satunya masih banyaknya kendaraan berlebih muatan atau over dimension over load (ODOL) yang memaksa masuk jalan tol.

"Ini merusak jalan tol dan juga mengancam keselamatan pengguna tol. Karena keberadaanya ini tidak standar dengan desain jalan tol ini," keluhnya.

Selain itu juga volume lalu lintas yang masih minim membuat Jalan Tol Trans Sumatera rawan dari ancaman kejahatan. Dia menyebutkan, trafik kendaraan yang rendah kerap mengundang kejahatan.

"Oleh karena itu kami menyediakan patroli tiap saat, sehingga para pengguna Jalan Tol Trans Sumatera akan aman dari gangguan keamanan di sekitar tol. Kami juga menyediakan fasilitas penyelamatan, kesehatan, dan juga pengamanan kendaraan," ujar Budi Harto.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: