Sukses

Dirut PKT: Kerjasama dengan Bank Jateng Bantu Pemberdayaan Desa

Liputan6.com, Jakarta - Dorong peningkatan produktivitas dan keberlanjutan rantai pasokan, Pupuk Kaltim bangun kerjasama dengan Bank Jateng melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait fasilitas permodalan dengan model kemitraan multipihak.

Direktur Utama Pupuk Kaltim (PKT) Rahmad Pribadi mengungkapkan, kesepahaman ini merupakan kerjasama dan sinergi bisnis yang harmonis antara Pupuk Kaltim dengan Bank Jateng beserta stakeholders. Dimana program ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah dalam mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional, serta pemberdayaan masyarakat desa.

“Program ini merupakan salah satu bagian dari konsep agro solution Pupuk Kaltim, berupa kerjasama Closed Ecosystem Agro Solution di Jateng,” kata Rahmad dalam keterangannya, Kamis (3/9/2020).

Melalui kerjasama ini, Pupuk Kaltim akan menjadi penyedia produk pupuk dan non pupuk sektor komersil, sedangkan Bank Jateng memberikan kemudahan akses kredit permodalan sektor pertanian, yang telah ditentukan indikatifnya melalui distributor/retailer/agen yang telah disetujui. Kerjasama juga melibatkan Asuransi Jasindo, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian setempat, distributor dan offtaker (pabrik pakan ternak).

Selain kemudahan akses permodalan, petani juga akan dikenalkan praktik budidaya pertanian yang baik (good agricultural practices), melibatkan penggiat pemberdayaan masyarakat Prisma, sehingga hasil pertanian mampu mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di daerah.

“Sinergi potensi antara Pupuk Kaltim dengan Bank Jateng, sebagai upaya mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui peningkatan kredit pembiayaan bagi petani, distributor, kios pertanian atau grain trader, baik dengan skema KUR atau skema kredit lainnya,” tambah Rahmad.

Begitu pula untuk tindaklanjut kerjasama, program ini ditargetkan menjadi role model pertanian masyarakat untuk direplikasi ke wilayah lainnya di Jawa Tengah, sehingga keberadaan Perusahaan dan bentuk kemitraan yang terjalin mampu menggerakkan sektor pertanian secara maksimal dan merata.

“Pupuk Kaltim hadir sebagai agro solution untuk menggerakkan sumber daya di sektor pertanian, meningkatkan produktivitas petani dengan hasil maksimal, sekaligus memberi pemahaman bahwa bertani itu bagian dari kegiatan bisnis,” tutur Rahmad.

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 2 halaman

Dukung Ketahanan Pangan

Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya, menyambut optimis kerjasama yang terjalin dengan Pupuk Kaltim. Hal ini karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas, sekaligus mendorong optimalisasi hasil pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurut dia, melalui kerjasama ini petani tak hanya sekedar menjadi penggarap lahan, namun juga bisa mendapatkan hasil maksimal dari jenis komoditi yang dihasilkan. Hal ini melihat seluruh tahapan proses produksi hingga panen difasilitasi dengan berbagai kemudahan, seperti untuk akses permodalan, pupuk dan pestisida, jaminan asuransi untuk antisipasi gagal panen, hingga offtaker sebagai pembeli hasil panen dengan harga lebih tinggi.

“Kami sangat optimis dan menyambut terbuka kerjasama ini, karena memiliki potensi yang sangat baik untuk produktivitas pertanian masyarakat,” kata Hanawijaya.

Khusus untuk akses permodalan yang akan dikucurkan Bank Jateng melalui KUR, dinilai sebagai langkah konkrit dalam meningkatkan kualitas sumberdaya petani tradisional, sehingga mampu belajar berorganisasi sekaligus menerapkan teknologi pertanian dengan baik, agar mampu mendorong produktivitas lahan maupun hasil pertanian dari pendampingan maupun kemudahan akses yang didapatkan.

“Jadi petani tak hanya menjadi objek saja, tapi juga sebagai subjek dari modernisasi proses pertanian, sehingga mampu menikmati hasil yang lebih optimal,” pungkas Hanawijaya.