Sukses

Cara Kelola Utang di Tengah Pandemi Corona

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah meminta kepada industri perbankan dan juga lembaga keuangan lainnya untuk meringankan beban masyarakat dengan memberikan relaksasi kredit. Langkah ini pun ditekankan dengan adanya himbauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Memang, di tengah pandemi Corona seperti saat ini banyak amsyarakat yang mengalami tekanan. Ada yang harus menerima gajinya dipotong, tak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Bahkan ada juga yang harus kehilangan pekerjaan.

Di saat banyak tekanan seperti saat ini, ada baiknya kamu melindungi skor kredit. Sederhananya, skor kredit menjadi penilaian penting dalam pemberian kredit. Skor kredit akan menentukan apakah seseorang layak mendapatkan pinjaman berdasarkan histori kreditnya.

Skor kredit bahkan bisa menentukan jumlah limit yang tepat diberikan kepada nasabah. Maka dari itu, kita perlu menjaga nilai skor kredit kita sebagai persiapan apabila mempunyai kebutuhan mendesak di masa depan.

Nah, bagaimana cara melindungi skor kredit di masa pandemi Corona? Berikut ini caranya seperti dikutip dari Swara Tunaiku, Senin (25/5/2020):

Menghubungi pihak bank dan lembaga keuangan terkait

Saat ini, tidak semua orang dapat membayar tagihan pinjaman tepat waktu dan lunas seperti sebelumnya. Kalau kamu mendapati posisi di mana tagihan dan biaya lebih besar daripada uang yang masuk, tenangkan diri, masih ada kesempatan untuk melindungi skor kreditmu. Seperti yang telah diumumkan pemerintah RI, kebijakan restrukturisasi kredit telah diberlakukan bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi.

Pastinya, saat ini setiap bank dan lembaga keuangan mempersiapkan program terbaik bagi nasabahnya. Apabila kamu belum dihubungi oleh pihak bank, satu-satunya cara untuk mengetahui kesempatanmu adalah dengan menghubungi langsung bank bersangkutan. Hubungi bank melalui pusat kontak yang melayani jawaban cepat. Biasanya melalui telepon, chat messaging, atau live chat.

Setiap bank mempunyai kebijakan masing-masing dalam menanggapi bencana Corona. Jadi, kebijakan restrukturisasi pinjaman di bank A berbeda dengan bank B dan juga bank C. Maka dari itu, penting untuk kita proaktif mempertanyakan beberapa hal ini ketika menghubungi bank:

- Apa saja kebijakan restrukturisasi dari bank?

- Bagaimana prosedur untuk mendapatkan restrukturisasi?

- Apa saja yang perlu dipersiapkan?

- Selama menunggu hasil tinjauan pengajuan restrukturisasi, apa yang perlu saya lakukan?

- Apakah skor kredit saya akan terlindungi dengan adanya kebijakan ini?

 

2 dari 4 halaman

Mengecek skor kredit

Di masa pandemi Corona, perlu kesadaran masyarakat terutama yang terkena dampak untuk melakukan pengecekan skor kredit. Kenapa begitu? Sebenarnya, ini sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan data pada situasi seperti ini ditambah apabila pendapatanmu sedang tak menentu.

Selain itu, hal ini menjadi informasi yang bermanfaat bagi debitur atau peminjam baik untuk memotivasi menjaga skor kredit atau bahkan mempercepat waktu untuk mendapatkan pinjaman lain.

Sejak awal 2018, masyarakat yang ingin melakukan pengecekan skor kredit dapat mengajukannya melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dilaksanakan OJK. Jadi, kita dapat mengecek skor kredit melalui SLIK secara online dan offline. Namun untuk sementara waktu, layanan offline gerai SLIK dihentikan sementara karena isu Corona.

Untuk panduan langkah-langkah pengajuannya, kamu dapat baca lengkap di laman OJK perihal tata cara pengajuan SLIK online. Untuk mengisi formulir pengajuan dapat mengunjungi laman OJK untuk formulir antrian SLIK.

Setelah kita mendapatkan hasil skor kredit saat ini, penting untuk bersikap kritis terhadap informasi yang tidak akurat. Apabila menemukan pinjaman di lembaga tertentu tapi merasa tidak pernah mengajukan, kamu perlu mempertanyakannya. Segera hubungi lembaga keuangan terkait dan minta solusi penyelesaian masalah tersebut. Tentunya, hal ini akan melibatkan tinjauan beberapa dokumen sebagai bukti dan membutuhkan beberapa waktu.

 

3 dari 4 halaman

Bayar setidaknya minimum tagihan kartu kredit

Dalam situasi normal, cara terbaik mengelola kartu kredit adalah melunasi total tagihan setiap bulannya. Dengan membayar jumlah penuh, kamu tidak akan dibebankan dengan biaya bunga atau keterlambatan. Kamu juga dapat menjaga skor kredit apabila pembayaran kartu kreditmu lancar.

Namun, ketika pemasukan tidak semulus yang dulu karena dampak Corona, mungkin kita harus sedikit membuat penyesuaian selama beberapa waktu. Jadi, untuk sementara, setidaknya kita membayarkan jumlah minimum tagihan kartu kredit.

Menurut Forbes, fasilitas minimum pembayaran kartu kredit memang dapat dimanfaatkan ketika situasi di luar rencana seperti saat ini. Bukan ketika situasi normal, ya. Karena bagaimana pun, sering melakukan minimum pembayaran memiliki sisi negatif yang dapat memperburuk rencana keuangan kita di masa mendatang karena beban bunga menunggak.

Lalu, setelah melakukan pembayaran minimum, jangan lantas terus menerus menggunakan kartu kredit. Justru, hindari penggunaan kartu kredit sementara waktu sambil melunasi tunggakan pinjaman. Proaktif berkomunikasi dengan pihak bank apabila mengalami kesulitan lebih lanjut.

 

4 dari 4 halaman

Mengontrol posisi keuangan

Kondisi keuangan setiap orang berbeda-beda terutama saat situasi ini. Ada yang tetap mendapat penghasilan penuh, tapi ada juga yang dipotong, tidak menentu, tidak mendapat gaji karena unpaid leave, bahkan kehilangan pekerjaan karena PHK.

Apapun kondisi keuanganmu, satu hal yang perlu dilakukan apabila ingin melindungi skor kredit di masa pandemi Corona yaitu menghitung posisi keuangan. Terutama untuk kamu yang sedang di posisi sulit, coba hitung dan atur keuanganmu selama bencana Corona. Lalu, kamu juga bisa memeriksa kesehatan keuanganmu dan mengatur rasio di tengah pandemi.

Saat situasi seperti ini, tak jarang orang memanfaatkan fasilitas pinjaman baik KTA maupun kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan. Namun, kita harus membiasakan menghitung pinjaman yang telah diambil terutama yang menggunakan kartu kredit.

Walau kita telah membayar tagihan minimum, tapi ketika kita menggunakan lebih dari 30 persen saldo kredit yang tersedia, hal itu dapat memberi sinyal ke perusahaan kartu kredit akan adanya risiko kemungkinan nasabah tidak dapat membayar tagihan. Hal ini kemudian akan mempengaruhi skor kreditmu menjadi lebih rendah.