Sukses

Harga Minyak Dunia Naik Efek dari Penurunan Cadangan di AS

Liputan6.com, Jakarta Harga minyak naik ke level tertinggi sejak Maret pada hari Kamis, didukung oleh persediaan minyak mentah AS yang lebih rendah, pemangkasan pasokan yang dipimpin OPEC dan pemulihan permintaan karena pemerintah meredakan pembatasan karena krisis virus corona.

Harga minyak mentah telah merosot pada tahun 2020, dengan Brent mencapai level terendah 21 tahun di bawah USD 16 per barel pada bulan April karena permintaan anjlok. Dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar dan lebih banyak tanda-tanda bahwa kelebihan pasokan sedang ditangani, Brent telah meningkat lebih dari dua kali lipat.

FIkutip dari laman CNBC,Jumat (22/5/2020), Brent naik 31 sen, atau 0,87 persen, menjadi USD 36,06 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate naik 43 sen, atau 1,28 persen, menjadi USD 33,92 per barel.

"Pasokan global telah dibatasi pada tingkat yang besar," kata analis Rystad Energy Paola Rodriguez Masiu. "Kami berada di jalur yang jelas menuju pemulihan bertahap sekarang," lanjutnya.

Dalam tanda terbaru, kelebihan pasokan berkurang, persediaan minyak mentah AS turun 5 juta barel pekan lalu. Analis mengharapkan justru adanya peningkatan.

"Reli di futures minyak mentah mulai mendekati level di mana penurunan produksi serpih AS akan mulai melambat dan mungkin berbalik ketika produsen berusaha untuk menghasilkan pendapatan," Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois, mengatakan dalam laporan.

Pada saat yang sama, ada bukti pulihnya penggunaan bahan bakar.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Maskapai penerbangan ternama AS dan Air Canada (AC.TO) pada Selasa melaporkan pembatalan tiket yang lebih lambat dan peningkatan pemesanan di beberapa rute, meskipun eksekutif mengatakan permintaan secara keseluruhan masih lemah.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan sekutu lainnya, yang dikenal sebagai OPEC +, sepakat untuk memotong pasokan dengan rekor 9,7 juta barel per hari mulai 1 Mei.

Sejauh ini pada bulan Mei, OPEC + telah memotong ekspor minyak sekitar 6 juta barel per hari, menurut perusahaan yang melacak arus, menunjukkan awal yang kuat dalam mematuhi kesepakatan. OPEC mengatakan pasar telah merespon dengan baik.