Sukses

Efek Corona, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Pelindo II Turun Drastis

Liputan6.com, Jakarta - Sampai dengan April 2020, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC mencatat penurunan trafik barang pelabuhan turun 5-8 persen akibat dampak covid-19. Dampak yang cukup signifikan terdapat pada trafik arus penumpang yang mengalami penurunan sebesar 30,2 persen.

Direktur Utama IPC, Arif Suhartono merincikan, untuk arus petikemas realisasinya sebanyak 2,37 juta teus, sedikit lebih rendah dibandingkan pada periode yang sama pada tahun lalu yakni 2,49 juta teus.

"Arus non petikemas terealisasi 18,33 juta ton, turun dibandingkan periode yang saa pada tahun lalu sebesar 20,02 juta ton," paparnya dalam video konverensi, Rabu (20/5/2020).

Lainnya, arus kapal turun ke 62,06 juta GT dari realisasi pada periode yang sama di 2019 68,44 juta GT.

Terakhir, yang cukup signifikan yakni arus penumpang dengan total realisasinya selisih sekitar 30 persen dari realisasi pada periode yang sama di tahun lalu, yakni 190,9 ribu orang dari 273,5 ribu orang.

2 dari 2 halaman

Efek Corona, Pelindo II Tutup Terminal Penumpang di 3 Pelabuhan

PT Pelabuhan Indonesia II Persero (IPC) menutup sementara tiga pelabuhan yang melayani penumpang. Terminal tersebut yaikni Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Pandan, Belitung dan Pelabuhan Pangkal Balam di Provinsi Bangka Belitung. Kemudian Terminal Penumpang Pelabuhan Boom Baru di Palembang, Sumatera Selatan.

"Kapal yang melayani penumpang di ketiga pelabuhan tersebut menghentikan sementara guna meredam meluasnya penyebaran virus corona," kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (6/4).

Sedangkan dua terminal penumpang lainnya masih beroperasi, yakni di Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Pontianak. Keputusan ini diambil oleh pihak pengelola kapal sebagai upaya mendukung program Pemerintah Daerah & Provinsi dalam mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Arif menjelaskan, per 1 April 2020 operasional Kapal Cepat Express Bahari rute Belitung – Bangka (PP) berhenti sementara. Demikian juga dengan Kapal Cepat Express Bahari rute Palembang-Muntok (PP).

Meski terminal penumpang di ketiga pelabuhan itu tutup sementara, namun operasional dan pelayanan terminal lainnya di sana tetap beroperasi. Kapal barang tetap bisa bersandar dan melakukan bongkar muat.

"Baik di terminal peti kemas, terminal non peti kemas, maupun terminal multi purposes,” ujar Arif.

Sampai sekarang terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Pontianak masih beroperasi. Di kedua terminal penumpang ini IPC telah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19