Sukses

Pasangan Suami Istri Ini Jadi Orang Terkaya Baru di China

Liputan6.com, Jakarta Pertumbuhan ekonomi di China yang sempat menjadi episentrum pandemi virus corona (Covid-19) pada awal 2020 diperkirakan akan meningkat seiring bergeraknya waktu.

Prediksi itu muncul lantaran China kini merupakan rumah bagi kelompok miliarder terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

China juga terus mencetak miliarder-miliarder baru yang bergelut di industri teknologi. Sebagai catatan, 3 dari 5 orang terkaya di Negeri Tirai Bambu saat ini berasal dari perusahaan teknologi, antara lain Pony Ma dari Tencent, Pendiri Alibaba Jack Ma, serta CEO Pinduoduo Colin Huang.

Jumlah pengusaha teknologi asal China kini terus bertambah. Bursa saham China baru saja mencetak sepasang miliarder baru dalam bidang teknologi yang merajut kisah sukses pasca melakukan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Keduanya merupakan dewan direksi dari perusahaan pengembang perangkat lunak Linkage, yakni Zhang Baoquan dan istrinya Wu Yanfang.

Seperti dilansir dari Forbes, Jumat (15/5/2020), Linkage tumbuh 18,6 persen di Bursa Efek Shanghai pada Rabu (13/5/2020), membuat laba perseroan naik lebih dari 300 persen hanya dalam tiga hari perdagangan sejak pertama terdaftar pada Senin (11/5/2020) lalu.

Kapitalisasi pasar Linkage pada Rabu lalu mencapai sekitar 19,4 miliar yuan atau setara USD 2,8 miliar, yang merupakan gabungan dari 36,5 persen saham senilai USD 1 miliar milik Zhang Baoquan dan Wu Yanfang.

Sebelum IPO, lebih dari 80 persen pendapatan Linkage pada tahun lalu yang mencapai 597 juta yuan berasal dari Jepang. Zhang telah tinggal di Negeri Matahari Terbit sejak 2002, sementara Wu merupakan lulusan dari Universitas Seikei yang terletak di Tokyo.

Berkantor pusat di Suzhou, China, Linkage kini memiliki kapitalisasi pasar yang setara dengan 129 kali lipat laba bersihnya pada 2019 lalu yang sebesar 150 juta yuan. Beberapa customer besar yang tercatat di situs resmi perusahaan antara lain NRI, Canon, Toshiba, hingga Fujitsu.

Langkah besar IPO yang dilakukan Linkage kemudian diikuti oleh platform bisnis layanan cloud asal China, Kingsoft Cloud. Kesuksesan korporasi yang diketuai miliarder asal China Lei Jun tersebut dimulai setelah memulai perdagangan Nasdaq.

Jejak serupa juga diikuti Tan Guanghua, yang masuk ke dalam jajaran miliarder asal China pasca Hangzhou Raycloud Technology, yang juga pemasok perangkat lunak ke e-commerce raksasa Alibaba, menawarkan sahamnya ke publik pada Bursa Efek Shanghai.

2 dari 2 halaman

Pandemi Corona Lahirkan Dua Miliarder Digital Baru

Wabah virus corona (Covid-19) telah membuat berbagai pasar saham di seluruh dunia mengalami kejatuhan, tak terkecuali di Amerika Serikat (AS).
 
Namun begitu, satu perusahaan teknologi bernama Datadog bergerak melawan tren dan melonjak naik 23 persen, pencapaian tertinggi yang pernah tercatat di bursa saham Negeri Paman Sam.
 
Catatan tersebut turut melahirkan dua miliarder baru pada satu perusahaan, yakni CEO Datadog Olivier Pomel dan Presiden Datadog Alexis Le-Quoc, dengan kekayaan masing-masing USD 1,6 miliar.
 
Datadog, sebuah perusahaan yang menawarkan platform analitik cloud untuk pelanggan seperti Universitas Cornell dan Samsung ini, melaporkan pendapatan pada kuartal I 2020 sebesar USD 131,2 juta. Angka ini naik 87 persen dari tahun lalu dan lebih tinggi 10 persen dari prediksi rata-rata analis.  
 
Laba per lembar saham perusahaan yang sebesar 6 sen juga melampaui ekspektasi Wall Street, yang memprediksi adanya kerugian 2 sen per saham.
 
Olivier Pomel mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian Datadog di kuartal pertama. "Krisis pandemi Covid-19 telah menunjukan kebutuhan digital, menggarisbawahi pentingnya pengamatan akan cloud environment, dan menegaskan kembali peluang jangka panjang untuk Datadog," ujarnya dilansir dari Forbes, Kamis (14/5/2020).
 
Pomel bercerita, ia dan Le-Quoc membentuk Datadog pada 2010 di Kota New York. Kedua pria asal Perancis itu kini memegang masing-masing 6 persen saham Datadog.