Sukses

Menteri Teten Gandeng Bea Cukai Buat Permudah Ekspor UMKM

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, tengah menggagas kamar ekspor khusus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dalam pembuatan kamar khusus ini Teten akan menggandeng Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Dengan adanya kamar Khusus ekspor ini, UMKM bisa lebih mudah melakukan ekspor.

"Kita coba kemarin, menggagas tentang kamar ekspor bersama UMKM dengan Bea Cukai. Ini lagi kita godok, bulan lalu kita udah coba ekspor ke China produk makanan UMKM, seperti kripik-kripik ternyata bisa," kata Teten kepada awak media, di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Teten melihat, banyak pelaku UMKM yang sebelumnya kesulitan untuk melakukan ekspor, dibanding pelaku UMKM yang sudah bekerjasama dengan perusahaan besar, karena perusahaan besar memiliki kemampuan untuk masuk ke pasar global.

Dengan adanya kamar ekspor diharapkan nantinya pelaku UMKM, tidak perlu mengkhawatirkan sertifikasi ekspor atau kesulitan lainnya.

"Jadi nanti bisa mendapatkan sertifikasi on arrival, seperti visa on arrival jadi distributor di sana yang akan mengurus," ungkapnya.

 

2 dari 2 halaman

Diminati Global

Teten juga mengungkapkan, sebenarnya, banyak produk UMKM yang diminta oleh pasar global, hanya saja pelaku UMKM yang belum siap memproduksi dalam skala besar.

"Maka dari itu kami akan coba konsolidasikan Sarinah dan SMESCO akan jadi trading house, untuk mengagregasi produk-produk UMKM ini, supaya bisa masuk ke pasar luar, termasuk di pasar dalam negeri supaya adanya kemudahan ekspor," ungkapnya.

Selain itu, Menteri Teten juga menyebutkan produk UMKM yang alami pertumbuhan dan dibutuhkan pasar global, yakni dibidang berbasis rumput laut, holtikultura seperti buah-buahan yang segar, homedecor, furniture, kriya, dan kuliner.

"Produk makanan itu hampir semua negara membutuhkan, meskipun di tengah ekonomi lesu kan makan masih tetap dong, sehingga peluang ekspor UMKM cukup besar," pungkasnya.