Sukses

Menko Luhut Kumpulkan Menteri Bahas Penawaran Investasi ke UEA

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Bidang Maritim dan Investasi menggelar rapat koordinasi terkait persiapan kerja sama Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA).  Dalam rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri dan perwakilan kementerian.

Para menteri yang hadir diantaranya Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri luar Negeri Retno Marsudi dan wakilnya Mahendra Siregar, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin dan lain-lain.

"Tadi semua (persiapan) sudah beres 95 persen," kata Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12).

Akan ada banyak sektor kerja sama yang bakal ditawarkan kepada UEA seperti energi, pendidikan sampai bidang pertanian. Namun Luhut enggan membeberkan potensi investasi yang bakal diterima Indonesia.

"Kalau angka-angkanya enggak enak. Tapi cukup lumayan besar," ujarnya.

Dalam rapat tersebut hadir pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia menceritakan rapat sore tadi hanya membahas tentang persiapan tanda tangan investasi di Abu Dhabi beberapa waktu mendatang. Seperti arahan Presiden Joko Widodo kata Ridwan, akan banyak proyek yang ditawarkan.

"Banyak banget proyek energi pertamina, PLN, bahkan sampai proyek perkebunan," ujar Emil sapaan Ridwan di Kantor Kementerian Bidang Maritim dan Investasi di Jakarta.

Tak hanya itu, sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, Emil juga membawa paket investasi senilai Rp 113 triliun. Investasi itu untuk sejumlah proyek seperti pembangunan ini ibukota provinsi baru di Rebana, proyek PLTS Cirata senilai Rp 50 triliun, pusat konvensi dan sampah untuk energi.

"Semua (proyek) digabung, ada BUMN dan Pemda," kata Emil.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merderka.com

2 dari 3 halaman

Menko Luhut Sebut Investor China Sangat Patuh terhadap Aturan Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan bahwa investor asing tidak bisa sembarangan menanamkan modalnya di Indonesia. Jika investor tersebut serius maka wajib patuh dengan kebijakan dari pemerintah.

"Saya hanya ingatkan, kalau mau investasi di sini harus patuh sama aturan kita," kata Luhut saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (10/12).

Luhut mencontohkan, salah satu investor yang cukup patuh terhadap aturan pemerintah adalah China. Dari sekian banyak perusahaan Negeri Tirai Bambu tersebut, hampir seluruhnya telah mengikuti aturan dan kebijakan dari pemerintah.

"Saya lihat China patuh-patuh ya. China investasi banyak soal value added. Perusahaan baja Cina juga investasi (ke Indonesia)," kata dia.

Bahkan, komitmen China untuk menanamkan modalnya ke Indonesia pun saat ini sudah dinyatakan langsung oleh Presiden, Xi Jinping. Orang nomor satu di China tersebut ingin menjadi investor terbesar di Tanah Air.

"Waktu saya ketemu Xi Jinping dia bilang mau komitmen jadi investor terbesar di Indonesia. Saat ini Jepang nomor satu, Singapura berikutnya. Tapi dana dari Singapura juga kebanyakan dari China. Jadi saya rasa tetap China investor terbanyak ke Indonesia," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jika Penegakan Hukum Gaduh, Investor Tak Mau Tanam Modal ke Indonesia
Artikel Selanjutnya
Di Depan Jokowi, Kepala BKPM Pamer Target Investasi 2019 Terlampaui