Sukses

Jokowi: 10 Tahun Lagi Kualitas Manusia Indonesia Bakal Meningkat

Liputan6.com, Jakarta - Selain melanjutkan pembangunan infrastrukrur, kabinet Indonesia Maju 2019-2024 fokus membangun sumber daya manusia (SDM).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, meski penuh tantangan, langkah pembangunan SDM perlu dilakukan dari sekarang.

"Risiko ini yang harus kita ambil, apalagi SDM 10-20 tahun lagi anak-anak kita sekarang muncul dalam level SDM yang kualitas lebih baik," tuturnya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Jokowi bercerita, masyarakat harus sabar memetik buah manis pembangunan SDM yang dilakukan pemerintah. Sebab,hal ini membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan masih akan melanjutkan pembangunan infrastruktur, terutama bagaimana infrastruktur dapat menghubungankan sentra-sentra produksi ekonomi baru bagi Indonesia.

"Pembangunan 5 tahun ke depan itu mulai dihubungkan infrastrukturnya. Ini harus dikoleksikan dengan kawasan-kawasan wisata sekitar airport. Harus dikoneksikan ke titik-titik lainnya. Juga tol disambungkan ke sentra-sentra produksi. Misalnya pertanian, perkebunan, nelayan dihubungkan ke kawasan wisata dan sebagainya," ujarnya.

Jokowi pun optimistis Indonesia dapat meraih sebutan sebagai negara maju di tahun-tahun mendatang, terutama menuju Indonesia besar 2045.

"Mau tidak mau kita harus masuk ke agenda besar ini. Infrastruktur akan terus kita lanjutkan. Dan saya belajar dari negara-negara maju, bahwa memang infralah fondasi atau tahapan besar untuk suatu negara bisa maju (developed)," kata dia.

2 dari 3 halaman

Bangun SDM, Jokowi Minta Airlangga untuk Kurangi Defisit

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ke depan akan berupaya keras membawa kapasitas kemampuan SDM Indonesia agar bisa berdaya saing. 

"Ke depan kita ingin fokus ke pembangunan SDM. Tapi yang konkret. Artinya betul-betul ada sebuah upgrading, rescaling, upscaling, sehingga SDM kita naik levelnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Banyak tantangan yang harus dibenahi Indonesia. Salah satunya Jokowi bercerita terkait isu stunting (kurang gizi). Selain itu, defisit transaksi berjalan juga masih jadi pekerjaan rumah Indonesia.

"Saya diingatkan Bank Dunia, 40 persen pekerja kita stunting dulunya. Kondisi-kondisi seperti ini harus saya sampaikan apa adanya. Sebab itu ada agenda mendesak yang harus kita lakukan. Ke depan sudah saya sampaikan kepada Kementerian Ekonomi Pak Airlangga untuk segera bisa menurunkan CAD kita. Juga defisit neraca dagang. Kita akan konsentrasi di situ," ujar Jokowi.

Tak hanya itu, kegiatan ekspor-impor Indonesia juga akan terus diperhatikan pemerintah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan SDM.

"Yang namanya ekspor harus menjadi kebijakan yang terus akan kita dorong dan juga produk substitusi impor dan produk ekspor harus didukung," jelas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi
  • SDM
Loading
Artikel Selanjutnya
100 Hari Jokowi-Ma'ruf: Gebrakan Menggemparkan Menteri Kabinet Indonesia Maju
Artikel Selanjutnya
Jokowi Belum Puas dengan Angka Inklusi Keuangan Indonesia