Sukses

Saudagar Muslim Indonesia Ingin Bangun KEK Halal Pertama di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menemui Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) di kantornya, Jalan Merdeka Utara, pada hari ini. Dalam pertemuan tersebut, ISMI melaporkan beberapa hal terkait rencana membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) halal di Aceh Selatan.

Ketua Umum ISMI Ilham Akbar Habibie memberikan usulan untuk membentuk KEK Halal yang disebut barat selatan (Barsela). Ini akan jadi KEK halal pertama di Indonesia.

"Jawabannya bapak Wapres adalah kita seperti kita ketahui, ekonomi syariah adalah penting sekali di sini," ujar Ilham di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut pihaknya meminta masukan pada Wapres mengenai rencana tersebut. Wapres dikatakan sangat mendukung untuk pengembangan ekonomi syariah. Keberadaan KEK halal akan memperkuat rencana pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah.

"Harus melalui proses perizinan yang standar yang dapat diperoleh melalui Dewan KEK, di bawah kemeneterian koordinasi perekonomian, itu tadi akan kita jalankan," ungkap Ilham.

 

Reporter: Intan Umbari

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 2 halaman

Alasan Pembangunan KEK Halal di Barsela Aceh

Di tempat yang sama, Ketua ISMI wilayah Aceh Nurchalis menjelaskan nantinya KEK Halal di Barsela Aceh ada kawasan integrasi terdiri dari delapan kabupaten dan empat kabupaten di alur tengah.

Rencananya di Barsela akan dibangun arus ekonomi baru dengan program Surin Industrial Smart City (SISCA) yang terintegrasi mulai dari pemukiman. pusat industri hingga pelabuhan.

"Jadi Alhamdulilah, Bapak Wapres tadi mengatakan bahwa sangat berharap ini jadi program satu satunya, karena kenapa? karena belum ada kawasan KEK halal di Indonesia," ujar Nurchalis.

Nurchalis juga menjelaskan alasan pihaknya memilih KEK Halal berlokasi di ISMI di Barsela Aceh. Itu karena Pemerintah Aceh Barat daya telah menyiapkan lahan 745 hektar. "Karena biasanya KEK bermasalahnya di lahan, tapi lahan kita siapkan," kata Nurchalis.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Hingga Oktober 2019, Komitmen Investasi KEK Capai Rp 85,3 Triliun
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Perpanjang Kerja Sama Pengembangan KEK dengan Kadin