Sukses

Mentan Syahrul Fokus 3 Program Utama dalam 100 Hari Kerja

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan program utamanya dalam 100 hari pertama menjabat. Ada 3 program utama yang akan dia canangkan.

Mentan Syahrul mengungkapkan program utama adalah menskinronkan data pertanian agar menjadi satu pintu.

"Data harus satu sehingga data yang dipegang Presiden, Gubernur, Bupati, Camat sampai kepala desa, semua kementerian sama. Termasuk maslah lahan dan produksi," kata dia saat ditemui usai rapat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/11).

Yang kedua adalah memetakan lahan yang akan segera panen. Menurutnya hal ini sangat penting sebab menyangkut kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia.

"Kita di kementan dalam 100 hari ingin memiliki kejelasan lahan yang akan panen dimana aja, seperti apa kemampuan kita. Kita kan harus jamin bisa beri makan 267 juta. Maka itu menjadi langkah, tidak boleh melihat itu sebagai masalah kecil," ujar Syahrul Yasin Limpo.

Hal itu, lanjutnya akan membuat aspek cuaca menjadi dapat diprediksi secara tepat. Termasuk antisipasi bencana yang mungkin terjadi.

"Kita sudah gunakan itu. satelit kita bisa baca. AI (kecerdasan buatan) akan kita mainkan," ujarnya.

Yang ketiga adalah pengendalian, hal ini memungkinkan pertanian akan berpusat di kecamatan.

"Ketiga tentu pengendalian. Ini pesan presiden melakukan debirokratisasi. Pengenndalian pertanian itu bicara lapangan karena itu pengendalian tidak boleh di Jakrta, di provinsi tapi harus di kecamatan, sehingga masalah-masalah pangan case by case di mana tempatnya semua orang bisa melihatnya," ujarnya.

Secara keseluruhan, di menekankan pertanian Indonesia harus sudah mulai memanfaatkan kecerdasan buatan agar tidak tertinggal oleh negara lain.

"Sekali lagi, penggunaan citra satelit AI itu harus dimainkan," tutup Syahrul Yasin Limpo.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Syahrul Yasin Limpo akan Selesaikan Data Pertanian dalam 100 Hari Kerja

Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju, Syahrul Yasin Limpo menargetkan dalam 100 hari kerja akan memetakan data pertanian. Dengan adanya pemetaan ini, data pertanian menjadi lebih jelas.

“Jadi selama 1-3 bulan kedepan, saya akan menyelesaikan dahulu masalah pendataan. Dengan adanya data yang jelas, dapat diketahui gambaran pertanian setiap daerah. Data ini menjadi milik Kementerian Pertanian yang harus disepakati oleh semuanya. Tidak boleh kementerian lain punya data pertanian," tuturnya saat jumpa pers.

Ia menilai, data menjadi penting karena menyangkut kondisi pertanian saat ini. Apalagi ketahanan suatu negara ini ditentukan ketahanan pangan. Jika ketahanan pangan baik, maka negara tersebut keamananya terjamin.

“Indonesia ini kelebihannya ada pada pertanian karena menjadi soko guru. Jadi ketahanan pangan harus diwujudkan,” tegasnya.

Karena itu, mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini meminta agar semua pihak dapat bekerja secara fokus dan maksimal.

“Keberhasilan ini datangnya bukan dari saya sebagai Menteri Pertanian, melainkan datang dari bawah lalu berakumulasi ke atas. Makanya kita harus bekerjasama untuk menyediakan pangan bagi 367 juta penduduk Indonesia," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pasca Gempa, Sulawesi Tengah Siap Laksanakan Kostratani
Artikel Selanjutnya
Pertahankan Lahan Sawah Dilindungi, Kementan Siapkan Insentif untuk Petani