Sukses

Tak Mampu Bangkit, IHSG Ditutup Turun ke 6.038,52

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis ini. IHSG terus berada di zona merah sejak sesi pembukaan pagi.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (3/10/2019), IHSG ditutup melemah 16,89 poin atau 0,28 persen ke level 6.038,52. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,67 persen ke posisi 935,42.

Sebanyak 262 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 155 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 501.967 kali dengan volume perdagangan 16,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 654,07 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.173.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tiga sektor berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang naik 1,52 persen. Disusul oleh sektor konstruksi naik 1,04 persen dan sektor aneka industri yang naik 0,22 persen.

Sementara sektor yang turun sehingga menyeret IHSG ke zona merah yaitu sektor keuangan yang anjlok 0,95 persen, sektor perkebunan turun 0,67 persen dan industri dasar turun 0,43 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain ARTO naik 24,85 persen ke Rp 2.110 per saham, TFCO naik 23,22 persen ke Rp 520 per saham dan NZIA naik 20,59 persen ke Rp 820 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah sehingga membuat IHSG melaju di jalur merah antara lain BAPI yang turun 32,43 persen ke Rp 50 per saham, KRAH turun 24,4 persen ke Rp 945 per saham dan KARW turun 11,96 persen ke Rp 81 per saham.

2 dari 3 halaman

Tak Sesuai Prediksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak menguat pada perdagangan saham hari ini.

Analis PT KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko menilai, indeks berpeluang menghijau karena momentum terkoreksi IHSG masuk daerah jenuh jual (oversold).

Sebab itu, secara teknikal menurutnya IHSG akan meroket naik (rebound) dengan rentang support 5.920-6.020 dan resistance 6.150-6.200.

"Tertekannya IHSG akibat tekanan jual kaum beruang masuk ke daerah oversold harian sehingga bisa dikatakan downside mulai terbatas dan bargain hunters akan mulai masuk untuk memicu tekinal rebound kembali," ujarnya, Kamis (3/10/2019).

Sementara itu, Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper membenarkan momentum rentang pelemahan indeks terlihat mulai menipis.

Tetapi, IHSG belum dapat merangkak naik ke zona hijau. Karenanya, dia memperkirakan indeks masih akan tertekan. Adapun pihaknya meramal IHSG akan bergerak pada kisaran 6.020-6.122.

Sejumlah saham laik koleksi menurut Dennies ialah saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Di sisi lain, Yuganur merekomendasikan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), serta saham PT Astra International Tbk (ASII). 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka di 2 Arah, Rupiah Menguat ke 13.995 per Dolar AS
Artikel Selanjutnya
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.193,79