Sukses

Seluruh Sektor di Zona Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke 6.285,79

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan saham Kamis pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan, Kamis (29/8/2019), IHSG naik 6,54 poin atau 0,10 persen ke level 6.288,18. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG masih menguat 14,14 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.285,79.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,37 persen ke posisi 984,30. Seluruh indeks acuan berada di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan sebanyak 127 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Selain itu 30 saham melemah dan 110 saham diam di tempat.

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.303,84 dan terendah 6.288,04.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 11.444 kali dengan volume perdagangan 154,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 141,5 miliar.

Investor asing jual saham Rp 1,13 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.258.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruh sektor berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor pertambangan yang naik 0,70 persen. Disusul sektor industri dasar yang menguat 0,51 persen dan aneka industri melonjak 0,31 persen.

Sedangkan saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain APEX menguat 24 persen naik ke level Rp 620 per saham, JKON naik 22,45 persen ke level Rp 600 per saham dan SKBM menguat 15,20 persen ke angka Rp 470 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain saham MDIA turun 8,96 persen ke posisi Rp 122 per saham, saham BPTR melemah 6,25 persen ke posisi Rp 90 per saham dan saham KBLM turun 5,85 persen ke posisi Rp 322 per saham.

 

2 dari 3 halaman

Ekonomi Global Belum Kondusif, IHSG Diramal Naik Tipis

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak menghijau dengan ditransaksikan pada level 6.264-6.303.

Senior Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko mengatakan, pola indeks memang terlihat momentum terkoreksi. Tetapi, hal itu menurutnya hanya bersifat teknis dan sementara saja (retracement).

"Walaupun range IHSG pada Rabu kemarin naik kelas dari sebelumnya 6.150-6.250 menjadi 6.250-6.320, namun aksi jual kaum beruang menahan kenaikan IHSG di atas resistance kunci di 6.350," tuturnya kepada Liputan6.com, Kamis (29/8/2019).

 "Sebab itu, kami melihat pergerakan sideways atau jeda dalam pola upward retracement dari low6.150 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi saham big cap dan lapis dua pilihan untuk menjual pada kontinuasi kenaikan berikutnya," lanjut dia.

Adapun Yuganur pada hari ini memperkirakan IHSG akan bertengger ke zona positif di level 6.350 yaitu pada rentang 6.250-6.350

Kendati demikian, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustami menilai indeks belum mampu untuk naik ke zona hijau untuk hari ini.

Alasanya, secara teknikal pola bearish masih kentara mewarnai indeks. Selain itu, sentimen global juga masih mempengaruhi kinerja IHSG pada pekan ini.

"Di tengah tren pelemahan indeks akan bergerak dalam rentang 6.244-6.319," terangnya.

Adapun sejumlah saham rujukan yang patut dikoleksi kata dia ialah saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Astra International Tbk (ASII), dan saham PT Alam Sutra Reality Tbk (ASRI).

Di sisi lain, dari Yuganur menganjurkan investor agar memboyong saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Sektor di Zona Merah, IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.180,09
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Menghijau, Rupiah di Posisi 14.015 per Dolar AS