Sukses

BERITA TERKINI:JELANG PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID 2

WOM Finance Incar Penyaluran Pembiayaan Baru Capai Rp 7,5 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau WOM Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 7,5 triliun pada 2019. Angka tersebut tumbuh 8 persen, dari capaian di 2018 yang sebesar Rp 7 triliun.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar menuturkan, pada 2018 lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan  baik di tengah persaingan industri pembiayaan nasional. Berkaca dari hal tersebut, pada tahun politik ini WOM Finance tetap optimistis penyaluran pembiayaan yang dilakukan bisa kembali tumbuh.

"Dengan posisi keuangan yang sehat, Perseroan siap untuk melanjutkan ekspansi serta mengembangkan bisnis," ujar dia di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Pada 2019, lanjut Djaja, WOF Finance akan mempertahankan komposisi pembiayaan sepeda motor baru dan multiguna jasa yang telah berjalan selama ini.‎ Pada tahun lalu, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 473 ribu unit kendaraan. 

Ini didominasi oleh pembiayaan sepeda motor baru sebanyak 222 rilbu unit. Kemudian, pembiayaan multiguna jasa MotorKu dan MobilKu masing-masing 203 ribu unit dan 17 ribu unit.

Direktur Keuangan WOM Finance, Zacharia Susantadiredja, mengatakan pada tahun ini, WOM Finance menargetkan laba bersih bisa tumbuh minimal 10 persen dari realisasi tahun lalu.

Pertumbuhan laba bersih WOM Finance di 2018 tumbuh 19 persen menjadi Rp 215 miliar, dari capaian 2017 sebesar Rp 181 miliar.

"Kita tahu di tahun 2019 ini ada agenda politik pemilu dan pileg, namun kami harapkan di semester kedua ini bisa lebih baik sehingga pertumbuhan pembiayaan kita bisa lebih baik,” ungkap dia. 

 

2 dari 2 halaman

Bagi Dividen

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), WON Finance membagikan dividen sebesar Rp 18,5 per saham kepada para pemegang saham. 

Perseroan mengalokasikan dana untuk dividen sebesar Rp 64 miliar atau 30 persen dari laba bersih di 2018 yang mencapai Rp 215 miliar. Sementara sisa laba sebanyak Rp 150 miliar akan ditetapkan sebagai laba ditahan. 

Sebagai dana cadangan umum sebesar Rp 1 miliar digunakan untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 Ayat 1 Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan pasal 24 Anggaran Dasar Perseroan.‎

Menurut Zacharia, keputusan pembagian dividen final tunai sebesar Rp 64 miliar menunjukkan performa kinerja Perseroan yang baik, sekaligus sebagai bentuk optimisme terhadap industri pembiayaan di Indonesia yang senantiasa tumbuh di masa datang.

"Dividen final tunai tahun buku 2018 akan dibagikan kepada pemegang saham, yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada penutupan perdagangan tanggal 22 Maret 2019,” tandas dia.

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Promosi Wisata Indonesia Ala Adira