Sukses

Kisah Nyata: 10 Alasan Izin Kerja yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Liputan6.com, London - Hari Senin pertama di bulan Februari adalah saat tertinggi para karyawan Inggris meminta izin sakit. Data Employment Law Experts menyebut di tahun 2017, ada 350 ribu pegawai yang memilih tidak kerja karena alasan yang dibuat-buat, seperti belagak sakit.

Namun, ternyata tak semuanya sungguh sakit. Menurut survei Perkbox, hanya 20 persen pegawai yang tak pernah pura-pura sakit.

Ini disebut budaya "sickie", yakni ketika pegawai ogah masuk kerja memakai alasan sakit. Sayang, tak semua orang jago membuat alasan masuk akal atau berkaitan dengan penyakit.

Apa alasan yang digunakan para pegawai untuk bisa mangkir kerja? Berikut daftarnya berdasarkan survei baru PerkBox, seperti dilansir The Ladders.

1. Saya jatuh di kamar mandi dan pingsan

2. Pasangan saya melempar remote TV ke saya dan gigi saya patah

3. Saya jatuh dari tangga dan mematahkan tulang ekor (implikasi ditambahkan: tak bisa duduk)

4. Saya kira sekarang hari Sabtu

5. Saya tak sengaja menyantap makanan kucing ketimbang ikan tuna, dan merasa sangat sakit

6. Pertemuan saya dengan dokter ditunda 2 jam, lalu 4 jam, lalu 8 jam. Kemudian ketika giliran saya, posisi saya sedang di toilet, jadi saya terus menunggu.

7. Saya mendapat keberuntungan semalam. Saya tak sadar di mana saya di pagi hari.

8. Saya butuh waktu sehari untuk mempelajari kesepakatan Brexit dan belajar cara mendaftar sebagai penduduk tetap. Ini demi perusahaan juga!

9. Saya bermimpi sedang di tempat kerja, karena saya berpikir sedang di tempat kerja, saya terus tidur saja.

10. Saya mendapat mimpi buruk dan butuh libur untuk pulih.

 

2 dari 2 halaman

Penyebab

Perlu dicatat, 44 persen responden sadar bahwa "sickie" diakibatkan pegawai yang tak punya etika kerja dan menyalahgunakan sistem.

Lebih lanjut, dari 1.005 orang responden, seperempatnya percaya memiliki hubungan buruk dengan manajer atau kolega menjadi awal dari kelakuan ini.

Sementara, setengah responden percaya alasan pegawai pura-pura sakit adalah karena mereka tak bahagia, kebanyakan kerja (overworked) baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi.

Sebanyak 12 persen juga mengakui pura-pura sakit membuat atasan kehilangan kepercayaan. Meski begitu, hanya 14 persen pegawai yang ketahuan pura-pura sakit. mengakui perbuatan mereka.

Loading
Artikel Selanjutnya
CEO Perempuan Lebih Gampang Dipecat Ketimbang Pria?
Artikel Selanjutnya
Studi: Butuh 4 Hari untuk Lupakan Urusan Kerja saat Cuti