Sukses

Berkat Bisnis Ini, Dua Bersaudara Asal China Jadi Miliarder

Liputan6.com, Jakarta - Membangun dan mengembangkan bisnis merupakan salah satu kegiatan menyenangkan sekaligus menegangkan.

Anda akan kaya jika bisnis berhasil, tapi akan rugi jika gagal. Semua itu tergantung pengelolaan bisnis yang Anda lakukan.

Sudah banyak kisah sukses orang-orang yang membangun bisnis dari nol, dan sepertinya dua orang ini akan masuk ke dalam orang-orang yang sukses berbisnis selanjutnya.

Dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (23/2/2019) Michael dan Ke Xie, dua kakak beradik yang telah lama tinggal di Amerika Serikat (AS), memutuskan untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak keamanan jaringan bernama Fortinet.

Michael dan Ken membangun perusahaan tersebut dua dekade lalu. Kini, dua bersaudara itu merasakan nikmat keberhasilan bisnis yang dibangun. Fortinet dinilai memberikan keuntungan yang besar bagi klien (perusahaan) karena dapat melindungi data dengan maksimal.

Fortinet telah masuk ke dalam Fortune 500, daftar tahunan perusahaan dengan pendapatan tertinggi yang dikompilasi dalam satu majalah. 

2 dari 2 halaman

Pertumbuhan Bisnis Fortinet

Pasar perangkat lunak tersebut diprediksikan tumbuh sebesar 10 persen dalam setahun hingga 2023, berdasarkan riset MarketsandMarkets.

Fornitet melampaui itu pada 2018 dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 20 persen menjadi USD 1,8 miliar dari tahun sebelumnya.

"Kami tak sabar dengan peluang berikutnya," ujar Ken Xie. "Di 2019 kita harus terus berinovasi," ia menambahkan.

Ken Xie sudah menjadi warga negara Amerika Serikat sejak  1998. Ia mendirikan perusahaan cyber-securitynya yang pertama saat ia tengah menempuh pendidikan teknik elektro di Universitas Stanford, sedangkan Michael di Universitas Manitoba Kanada.

Saat ini Fortinet bernilai lebih dari USD 13 miliar atau sekitar Rp 182,20 triliun (asumsi kurs Rp 14.016 per dolar AS). Ken merupakan pemegang saham terbesar di sana, sebanyak 7,4 persen dengan nilai USD 1 miliar. Ia mengumpulkan sekitar lebih dari USD 40 juta untuk transaksi saham.

Sedangkan saudaranya Michael dengan kepemilikan saham sebesar 7,1 persen. Michael mengumpulkan sekitar USD 70 juta dari transaksi saham. Mengutip laman Bloomberg.

"Bisnis ini selalu berubah dan tumbuh dengan baik, dan selalu membuatku belajar setiap hari. Saya menyukai hal ini." ujar Ken saat diwawancara tahun kemarin.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Mau Jadi Miliarder? Lakukan 5 Hal Ini
Artikel Selanjutnya
Juragan Starbucks Kembali Disindir karena Punya Banyak Duit