Sukses

Temukan Pengoplosan LPG, Laporkan Saja ke Nomor Ini

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melaporkan pelanggaran penggunaan Elpiji 3 kilogram (kg)‎ bersubsidi berupa pengoplosan, dengan mengakses saluran telepon 135.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan, Pertamina baru saja meluncurkan layanan peduli‎ pelanggan berupa 135, untuk memberikan informasi seputar produk Pertamina, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquified Petroleum Gas (LPG), dan pelumas.

Melalui saluran tersebut, masyarakat juga bisa melaporkan penyalahgunaan LPG bersubsidi. "Bisa (penyalahgunaan) langsung ke 135‎," kata Mas'ud, di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Dia memastikan jika laporan masyarakat akan direspon Pertamina. Perusahaan kemudian akan melakukan pemeriksaan langsung ke ‎lapangan untuk membuktikan kebenaran laporan tersebut. "Laporan ‎kita track agennya siapa, di mana, dari SPBE di mana," ujarnya.

Mas'ud melanjutkan, jika laporan tersebut terbukti benar maka pelaku akan dikenakan sanksi yang berlaku, seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PKS) dan hukuman pidana.

"Kalau sifatnya melanggar, perjanjian kerja samanya, PKS-nya kita hentikan. Kedua kalau pemalsuan barang ranahnya penegak hukum," jelasnya.

 

 

2 dari 2 halaman

Data Stok di Pangkalan

Mas'ud mengungkapkan, melalui saluran 135 masyarakat juga bisa memperoleh ‎data pangkalan penjual LPG yang memiliki stok, sehingga akan memudahkan untuk mendapat pasokan LPG.

"Kalau stok habis tugasnya menginfokan pangkalan terdekat. Tugas kita meregister pangkalan di map, nanti dicantumkan kodeposnya sehingga nanti tahu pangkalan berapa stoknya," tandasnya.

Menyedihkan, Usaha Bertahan Hidup Penduduk Venezuela

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Pertamina Bangun 3 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di Sulawesi
Artikel Selanjutnya
Pertamina Luncurkan Layanan Call Center 135