Sukses

Ini Jajaran Dewan Pengawas AirNav Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat jajaran Dewan Pengawas Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) pada Rabu 9 Januari 2019.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengangkat Direktur Jendral Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti sebagai Ketua Dewan Pengawas AirNav Indonesia dan Marsdya (Purn) Daryatmo sebagai Anggota Dewan Pengawas AirNav Indonesia. Bertempat di lantai 13 Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan No 13 Jakarta Pusat, acara dibuka oleh Asisten Deputi Jasa Keuangan Jasa Survey dan Konsultan I BUMN, Lilik Chairiah.

Acara dihadiri oleh Jajaran Direksi AirNav Indonesia, Anggota Dewan Pengawas dan beserta Pejabat Kementerian BUMN. Salinan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-14/MBU/01/2019 tentang Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) diserahkan oleh Lilik Chairiah.

Melalui SK ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengukuhkan pengangkatan Polana banguningsih Pramesti sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum LPPNPI dan pengangkatan Daryatmo sebagai Anggota Dewan Pengawas Perum LPPNPI terhitung sejak ditetapkan. 

Ketentuan masa jabatannya adalah lima tahun terhitung sejak 8 Januari 2019. Polana Banguningsih Pramesti saat ini juga menjabat sebagai Direktur Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Daryatmo sebelumnya merupakan Anggota Dewan Komisaris PT Citilink Indonesia.

Dengan pengangkatan ini, maka jajaran Dewan Pengawas AirNav Indonesia yaitu:

Ketua Dewan Pengawas             : Polana Banguningsih Pramesti

Anggota Dewan Pengawas          : Tri Wahyuningsih Retno Mulyani

Anggota Dewan Pengawas          : Elfi Amir

Anggota Dewan Pengawas          : Haryo Indratno

Anggota Dewan Pengawas          : Daryatmo

 

2 dari 2 halaman

Rahasia AirNav Jaga Ketepatan Waktu Terbang di Bandara Ngurah Rai

Sebelumnya, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia berhasil menjaga tingkat ketepatan waktu layanan navigasi (on time performance/OTP) di bandara Denpasar.

Padahal di bandara ini tengah terjadi peningkatan lalu lintas penerbangan karena adanya penyelengaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Group di Bali. 

Keberhasilan ini dikarenakan penerapan Ground Delay Program yang telah diujicoba sebelum perhelatan ekonomi terbesar dunia tersebut dilangsungkan. Untuk kondisi normal, OTP layanan navigasi AirNav Denpasar berada di angka 91 persen. 

"Selama tanggal 5-11 Oktober menjadi 88,49 persen atau ada selisih 2,51 persen. Ini dikarenakan dalam kurun waktu tersebut terjadi banyak pergerakan VIP, di mana untuk VIP kita harus menutup ruang udara 30 menit sebelum dan 15 menit sesudahnya. Jadi meskipun terjadi peningkatan pergerakan dan juga ada VIP, dampak delaynya terhadap penerbangan reguler sangat minim," ujar Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, Sabtu (14/10/2018).

Novie menuturkan, sejak 5 hingga 11 Oktober 2018 terdapat 1.837 penerbangan domestik dan 1.557 penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Sehingga total yang kami layani mencapai 3.394 pergerakan, di mana 17 di antaranya merupakan pergerakan pesawat VVIP, yakni para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan," ungkap Novie.

Dalam kondisi normal, lanjut Novie, rata-rata pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai setiap harinya sekira 450 pergerakan.

Namun, selama penyelenggaraan pertemuan tahunan ini terjadi kenaikan signifikan, yang paling tinggi terjadi pada 5 Oktober 2018, sebanyak 499 pergerakan. 

Dibanding periode sama pada bulan sebelumnya, terdapat penambahan hingga 213 pergerakan pesawat. Novie menjelaskan, untuk mengatur lalu lintas udara agar tetap lancar, AirNav Indonesia melakukan penerapan sistem Ground Delay Program yang melalui sistem ini jumlah pesawat yang bisa diakomodir dapat dikalkulasikan sesuai kapasitas ruang udara. 

"Untuk lalu lintas penerbangan tetap berjalan lancar karena adanya peningkatan pergerakan pesawat, kami menerapkan System Ground Delay Programme, dengan sistem ini kami melakukan reservasi ruang udara dengan memberikan waktu keberangkatan di bandara keberangkatan," imbuhnya.

Kelancaran dan ketepatan waktu penerbangan pesawat dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai ini, tegas Novie tak lepas dari persiapan matang dan koordinasi intens antara AirNav Indonesia dengan Operator Bandara dalam hal ini PT Angkasa Pura I dan Otoritas Bandara Wilayah IV Denpasar Bali. 

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Penumpang Mabuk Bikin Keributan di Pesawat

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Airnav: Debu Vulkanik Krakatau Tak Ganggu Penerbangan
Artikel Selanjutnya
Pesawat Antonov Melintas Bikin Suara Misterius di Langit Pekalongan?