Sukses

Ekonom: Jelang Debat Capres, Investor Bakal Tahan Masuk ke RI

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pekan ini. Negosiasi perdagangan antara China-AS jadi perhatian pelaku pasar.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adinegara prediksi nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar AS usai menguat sejak pekan lalu.

"Rupiah yang beberapa hari lalu menguat kini kembali melemah di kisaran 14.120-14.160 per USD," kata Bhima saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (9/1/2019).

Bhima mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelemahan tersebut. Salah satunya adalah perkembangan dari negosiasi perang dagang antara AS dengan China.

"Salah satu faktornya adalah investor menunggu perkembangan dari shutdown di AS, dan perundingan dagang AS-China. Rilis dari bank dunia yang indikasikan ekonomi tahun 2019 bakal melambat akibat perang dagang juga mempengaruhi keputusan investasi," ujar dia.

Selain itu, lanjutnya, saat ini Indonesia tengah ramai membahas debat antar pasagan calon presiden menjelang pemilu.

"Jelang debat capres, banyak investor yang cenderung menahan masuk ke Indonesia karena khawatir ada kegaduhan dan ketidakpastian kebijakan," tutur dia.

Dia mengungkapkan, rupiah melemah terhadap dolar AS akan berlanjut hingga pekan depan. "Rupiah diperkirakan melanjutkan pelemahan di 14.200-14.300 pada minggu depan," ujar dia.

Mengutip data Bloomberg, rupiah menguat 22,50 poin atau 0,16 persen ke posisi 14.125. Pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah berada di posisi 14.148 per dolar AS.

Rupiah dibuka menguat ke posisi 14.104 per dolar AS. Pada Rabu pekan ini, rupiah bergerak di posisi 14.094-14.178 per dolar sepanjang Rabu pekan ini.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah melemah 89 poin atau sekitar 0,63 persen ke posisi 14.120 per dolar AS dari perdagangan 8 Januari 2019 di posisi 14.031 per dolar AS.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Rupiah Betah di Posisi 14.100 per Dolar AS

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak tipis di kisaran 14.100-14.132 pada perdagangan Rabu pekan ini. Sentimen negosiasi perdagangan antara AS dan China masih membayangi laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu 9 Januari 2019, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,30 persen ke posisi 14.104 per dolar AS dari penutupan perdagangan kemarin di posisi 14.147 per dolar AS. Jelang Rabu siang, rupiah melemah 17,5 poin atau 0,12 persen ke posisi 14.130 per dolar AS. Rupiah pun bergerak di kisaran 14.094-14.132 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah 89 poin atau sekitar 0,63 persen ke posisi 14.120 per dolar AS dari perdagangan 8 Januari 2019 di posisi 14.031 per dolar AS.

Berdasarkan data Reuters, rupiah bergerak di kisaran 14.115 per dolar AS pada Rabu siang ini. Rupiah sempat menguat ke posisi 14.080 per dolar AS.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual menuturkan, pelaku pasar optimistis terhadap negosiasi perdagangan China dan AS sehingga jadi katalis positif untuk pergerakan rupiah. Negosiasi diperpanjang satu hari, dan menurut David pelaku pasar yakin hasil negosiasi perdagangan akan baik.

Akan tetapi, pemerintahan AS masih tutup menjadi sentimen negatif untuk pergerakan rupiah. Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi USD 120,65 miliar pada 31 Desember 2018 juga jadi sentimen positif. "Rupiah masih akan bergerak di kisaran 14.100. Pergerakannya tipis," ujar David saat dihubungi Liputan6.com.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

 

 

 

Penumpang Mabuk Bikin Keributan di Pesawat

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Menanti Hasil Negosiasi Perdagangan, Rupiah Betah di 14.100 per Dolar AS
Artikel Selanjutnya
Banjir Sentimen Positif dari Domestik Bakal Topang Rupiah