Sukses

Wall Street Jatuh Dibayangi Data Pabrik dan Saham Apple

Liputan6.com, New York - Wall Street anjlok seiring melambatnya aktivitas pabrik AS di tengah peringatan turunnya pendapatan Apple Inc (AAPL.O) yang memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Besarnya penurunan pendapatan Apple secara kuartalan menjadi kejutan di sektor teknologi. Tercatat ketiga indeks saham utama AS turun lebih dari 2 persen, dengan Nasdaq mencatat kerugian 3 persen.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average .JJI turun 660,02 poin, atau 2,83 persen, menjadi 22.686,22. Sementara indeks S&P 500 .SPX kehilangan 62,14 poin, atau 2,48 persen, menjadi 2,447.89 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 202,43 poin, atau 3,04 persen menjadi 6.463,50.

Adapun perusahaan teknologi S&P .SPLRCT turun 5,1 persen, mencatat persentase penurunan satu hari terbesar sejak Agustus 2011. Demikian pula indeks Semiconductor Philadelphia SE .SOX mengakhiri sesi 5,9 persen lebih rendah.

Pasar kali ini antara lain dipengaruhi saham Apple. Pada Rabu malam, Kepala Eksekutif Apple Tim Cook menulis surat kepada para investor yang menyatakan jika perusahaan belum meramalkan tentang sejauh mana kondisi perlambatan ekonomi China, yang diperburuk oleh ketegangan perdagangan AS-China. Adapun saham pembuat iPhone ini telah turun 10,0 persen.

Selain itu, sebuah laporan dari Institute for Supply Management menunjukkan aktivitas pabrik di AS pada bulan Desember mengalami penurunan terbesar sejak Oktober 2008, serta tingginya krisis keuangan. Angka PM, saat ini masih di wilayah ekspansi, mencapai level terendah dalam lebih dari dua tahun.

"Perlambatan Tiongkok diperkirakan terjadi tetapi jumlah ISM hari ini lebih rendah dari perkiraan yang membuat investor terkejut karena AS tampaknya menjadi satu-satunya pelabuhan saat badai. Tapi sekarang tampaknya pertumbuhan ekonomi kita menghadapi hambatan terkait perdagangan," kata Sam Stovall, Kepala Strategi Investasi CFRA Research di New York.

Dia mengatakan jika Investor khawatir bahwa ini merupakan indikasi bahwa keadaan bisa semakin memburuk dan Apple hanyalah puncak gunung es.

 

Selain Apple, yang mengalami penurunan harga saham lain adalah produsen pembuat mobil AS yang melaporkan penjualan mobil barunya turun di Desember. Ford Motor Co (F.N) dan General Motors Co (GM.N) masing-masing melaporkan jika penjualannya turun 8,8 persen dan 2,7 persen. Ini membuat saham Ford turun 1,5 persen, sementara GM turun 4,1 persen.

Industri yang sensitif terhadap perdagangan juga membebani Dow, dipimpin Caterpillar Inc (CAT.N), 3M Co (MMM.N) dan Boeing Co (BA.N).

Saham Bristol-Myers Squibb Co (BMY.N) turun 13,3 persen setelah pembuat obat ini mengumumkan rencana untuk membeli saingannya Celgene Corp (CELG.O) dengan harga sekitar USD 74 miliar. Saham Celgene justru melonjak 20,7 persen di tengah berita ini.

Saham maskapai penerbangan komersial AS turun setelah Delta Air Lines (DAL.N) memangkas estimasi pendapatan kuartal keempatnya. 

Adapun volume perdagangan kali ini mencapai 8,11 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,16 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Ronaldinho KW Asal Indonesia Meninggal

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Saham Konstruksi Pimpin Penguatan, IHSG Ditutup Naik ke 6.221
Artikel Selanjutnya
IHSG Melemah Terbatas pada Awal Sesi Perdagangan