Sukses

KEK Bintan Mampu Serap Investasi Rp 36 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menargetkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bintan, Riau, mampu menyerap investasi sebesar Rp 36,25 triliun selama 6 tahun. Saat ini, sudah terserap sebanyak Rp 5,6 triliun.

"Peresmian Pengoperasian KEK Galang Batang di Kabupaten Bintan, Riau, besok. Nilai investasi Rp 36,25 triliun selama 6 tahun, realisasi Rp 5,6 triliun," ujar Sesmen Susi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Tidak hanya itu, kawasan ini juga diyakini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 23.200 orang. Pekerja tersebut nantinya akan berasal dari dalam negeri dan diutamakan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) sekitar daerah tersebut.

"Jumlah tenaga kerja yang diserap diperkirakan 23.200 orang dan diutamakan dari lokal," jelas Sesmen Susi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution akan meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bintan, Besok, Sabtu (8/12). Dia menyebut, investor akan membangun smelter untuk bauksit di kawasan tersebut.

"Besok saya mau resmikan KEK di Bintan dan dia di dalamnya ada investasi besar smelter untuk bauksit yang akan menghasilkan alumina. Investasinya besar dari China," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (7/12).

Menko Darmin belum dapat merinci berapa total investasi yang telah diserap oleh KEK Bintan. Meski demikian, berbagai perusahaan sudah mulai melakukan pembangunan pabrik.

"Yang sudah diresmikan untuk mulai dibangun itu perusahaan yang besar itu. Ya tentu saja nanti akan nambah dia semuanya. Biasanya belum ada investasi kita udah bisa launching," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

KEK Lain

Ke depan selain KEK Bintan, pemerintah juga menggenjot pembangunan KEK Lhokseumawe di Aceh. Selain itu, asa juga KEK Singosari yang diusulkan oleh Jawa Timur dan Bangka Belitung yang masih dalam tahap pembahasan.

"Lhokseumawe itu juga sudah siap untuk diresmikan. Kemudian Jawa Timur ada mengusulkan Singosari. Bangka Belitung ada mengusulkan. Kalau mulai dibahas lagi ada. Batam ada mengusulkan satu," paparnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Penangkapan Putri Bos Huawei Bikin Perang Dagang Belum Mereda
Artikel Selanjutnya
Revisi Relaksasi DNI Rampung Pekan Depan