Sukses

Target Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,4-6 Persen hingga 2024

Liputan6.com, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyusun target pertumbuhan ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di kisaran 5,4 hingga 6 persen. Target ini berbeda dengan periode 2015-2019 yakni 5,8 persen-8 persen.

"Itu potential growth yang bisa terjadi pada periode itu, jadi 5,4 sampai 6 persen itu skenario. Skenario pesimisnya 5,4 rata-rata per tahun menengahnya sekitar 5,7 persen itu moderat maksudnya. Kemudian skenario optimisnya 6 persen," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, saat ditemui, di Jakarta, Rabu (6/12/2018).

Bambang menuturkan, target tersebut disusun dengan mempertimbangkan dinamika yang terjadi dalam perekonomian global. Pemerintah tidak ingin lagi terlalu ambisius dalam menyusun target fundamental perekonomian.

"Kita mencoba membuat yang lebih rasional dengan memperhitungkan kondisi terkini. Karena kondisi global juga bisa berubah," kata dia.

Target pertumbuhan 5,4-6 persen tersebut, lanjut Bambang, juga sudah menimbang reformasi struktural perekonomian yang masih berjalan saat ini, seperti industrialisasi.

"Kita menghitung potensial pertumbuhan yang bisa terjadi pada periode itu. Jadi 5,4-6 persen. Itu skenario pesimistis 5,4 persen, kemudian optimistis 6,0 persen," ujar Mantan Menteri Keuangan itu.

Namun, ia mengatakan target pertumbuhan ekonomi 5,4-6 persen itu masih dalam pembahasan Bappenas dan instansi terkait. Hal tersebut bisa saja berubah, sebelum RPJMN 2020-2024 disahkan.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Bappenas: RI Perlu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jadi 6 Persen

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai tantangan pemerintah terbesar saat ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sebab di tengah kondisi ekonomi global, ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Indonesia. Staf Ahli Kementerian PPN/Bappenas, Bambang Priambodo, mengatakan selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di sekitaran lima persen.

Menurut dia, angka ini jauh di bawah rata-rata sebelum Asian Financial.  "Pertumbuhan ekonomi akan lebih buruk jika kita tidak melakukan apa-apa," kata dia dalam Seminar Indonesia Economic Outlook, di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin 12 November 2018.

Bambang mengatakan, apabila Indonesia ingin menjadi ekonomi berpenghasilan tinggi, pemerintah perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mendekati enam persen. Caranya dengan melakukan upaya seperti mengubah kebijakan yang dapat menguntungkan Indonesia.

"Oleh karena itu, kita perlu mengisi kesenjangan lima persen hingga enam persen dengan reformasi kebijakan," ujar dia.

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Capai 5,18 Persen pada 2019
Artikel Selanjutnya
Ekonom: Siapa Pun Presiden Terpilih, Harga BBM Bakal Naik Rp 500 pada 2019