Sukses

TokoPandai Sediakan Lapak Digital bagi Ritel Tradisional

Liputan6.com, Jakarta - Digitalisasi proses transaksi terus memunculkan berbagai perusahaan financial technology (fintech) lokal baru di Tanah Air.

Salah satunya TokoPandai, sebuah platform digital supply chain milik kolaborasi Valdo Group dan Astrum yang telah mendapat pengakuan dalam perhelatan tahunan IMF-WBG 2018 di Nusa Dua, Bali, sebagai platform fintech inovatif dari Indonesia. 

Presiden Direktur Valdo Group, Reza Valdo Maspaitella, mengatakan TokoPandai ingin mengubah pola kerja toko-toko tradisional di Indonesia untuk beranjak digital. Lewat cara itu, ia mau meningkatkan kemampuan dan kompetisi untuk toko-toko ritel berskala kecil dan menengah di dalam negeri.

"Kami juga telah membuka akses dan menghubungkan toko-toko tradisional dengan stakeholders melalui cara kerja digital. Di sisi lain, kami melakukan transformasi dalam mereka berbisnis, mulai dari pendekatan berbasis manual dan penggunaan kertas menjadi pendekatan berbasis aplikasi digital dengan penggunaan sistem monitor digital terdepan," kata dia saat berdiskusi dengan rekan wartawan, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Dia melanjutkan, pihaknya memiliki visi misi untuk tidak merusak sistem ekonomi tradisional yang sudah ada meski hendak membangun pasar digital

"Prinsipnya, kami tidak akan bersikap merusak tatanan tradisional yang sudah berjalan dengan baik namun kami melakukan transformasi atau perubahan digital pada tatanan tradisional yang ada untuk kesinambungan usaha mereka di era digital ini. Pendekatan ekosistem yang kami bangun di Valdo Group adalah ekosistem pembangunan ekonomi digital yang berkolaborasi dengan key stakeholders," sambungnya.

 

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

 

2 dari 2 halaman

Tahap Pengembangan dan Implementasi

Saat ini, Valdo Group melalui anak perusahaan Valdo Digital Lab telah mengembangkan beberapa inisiatif ekosistem pembangunan ekonomi digital yang sedang dalam taraf pengembangan dan implementasi. 

Antara lain, Smart Province dan Smart City. Valdo Digital Lab berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan transformasi digital di daerah mereka. Valdo Digital Lab tengah melakukan persiapan dengan D.I Jogyakarta untuk Jogyakarta @ccess serta Smart City dengan Ambon @ccess.

TokoPandai juga berusaha memungkinkan prinsipal produk, distributor dan toko-toko tradisional ritel berskala kecil dan menengah, untuk melakukan transformasi dalam mereka berbisnis.

"Kita mau coba mentransformasikan pendekatan berbasis manual dan penggunaan kertas menjadi pendekatan berbasis aplikasi digital dengan penggunaan sistem monitor digital terdepan," ungkap Reza.

Selain itu, melalui Gerai @ccess, Reza menambahkan, pihaknya hendak memberdayakan masyarakat dan UMKM untuk berwirausaha lewat platform aplikasi digital.

"Pasar internasional juga bisa digapai, dengan mendorong ekspor dan investasi melalui Indonesia @ccess sebagai one stop portal untuk perdagangan, pariwisata dan investasi," ujar dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Fintech Bakal Tumbuh Subur di Asia, Ini Alasannya
Artikel Selanjutnya
Presiden Jokowi Ingin Tiru Bill Clinton dalam Inovasi