Sukses

Kota Berhantu Ini Terjual Seharga Rp 20 Miliar, Penasaran?

Liputan6.com, New York - Apa yang Anda bayangkan jika hidup di kota tua berhantu dan penuh sejarah? Apakah Anda bersedia untuk menetap di sana? Bagaimana untuk sejenak mempertimbangkan hidup di sebuah kota pertambangan di masa lampau? 

Melansir dari laman CNBC, sebuah kota tua di California bernama Cerro Gordo, Amerika Serikat (AS) berhasil terjual seharga USD 1,4 juta atau Rp 20,2 miliar (1 USD=Rp 14.416). Kota ini dibeli beberapa pengusaha seperti Jon Bier (37) pemilik Jack Taylor PR di New York dan Brent Underwood (29).

Lantas seberapa tuakah kota tersebut?

Berusia lebih dari 150 tahun, kota ini berjarak sebesar 200 mil dari utara Los Angeles. Adapun lokasinya terletak dekat taman Death Valley National Park di tepi pegunungan Inyo. 

Bier menuturkan, pandangan pertamanya pada kota tersebut membuat ia jatuh cinta dan merasa seperti di rumah. "Pertama kali melihatnya, saya tahu bahwa ini sangat indah. Saya seperti ingin tinggal di sini untuk waktu yang lama, seperti di rumah sendiri," kata dia. 

Bier mengaku terpana dengan nuansa yang kental seperti di abad ke-19 di kota ini. Sarat akan nuansa pertambangan, dekorasi dalam rumah di kota ini dihiasi beberapa barang antik seperti gramofon, kotak es, dan juga beberapa piano. 

 

 

2 dari 2 halaman

Rencana ke depan

Bier dan beberapa teman lainnya lantas berencana mengubah kota tua ini menjadi sesuatu yang ajaib, yakni tempat bagi melaksanakan konferensi, event-event workshop, bahkan untuk menjadi latar syuting film. Dan dalam waktu yang akan datang, ia juga mengatakan akan membuka Cerro Gordo sebagai tempat wisata untuk masyarakat. 

Sebagai informasi, sebenarnya banyak sekali pembeli dunia mancanegara yang menawarkan harga lebih tinggi untuk membeli kota tua ini, namun Bier dan kawan-kawan memenangkan persetujuan harga disebabkan visinya yang ingin menjaga keutuhan serta warisan dari Cerro Gordo. 

Artikel Selanjutnya
Cerita tentang Gedung yang Hilang di Kawasan Kota Tua
Artikel Selanjutnya
Bangunan Roboh di Kota Tua Tak Masuk Cagar Budaya, Ini Penjelasannya