Sukses

Dalam 2 Bulan, Dompet Negara Terisi Lebih dari Rp 200 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi pendapatan negara di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2018 sebesar Rp 200,1 triliun. Penerimaan negara ini ditopang penerimaan pajak yang mencapai Rp 160,7 triliun.

Dia menyebut, pendapatan dalam negeri yang terkumpul sampai dengan 28 Februari ini sebesar Rp 200 triliun dan dari penerimaan hibah Rp 100 miliar. Sumber pendapatan dalam negeri, yakni penerimaan pajak yang tercapai Rp 160,7 triliun. 

"Untuk penerimaan pajak ini realisasinya 9,9 persen dari target APBN 2018 dan berhasil tumbuh 13,6 persen dari tahun lalu," kata Sri Mulyani di kantornya, Senin (12/3/2018).

Sementara dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), hingga akhir Februari tercatat sebesar Rp 39,2 triliun atau 14,2 persen dari target APBN 2018. Jumlah ini tumbuh 34 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Dengan demikian, total pendapatan negara telah mencapai Rp 200,1 triliun atau tumbuh 17 persen jika dibandingkan periode yang sama 2017," Sri Mulyani menjelaskan. 

Untuk belanja negara, realisasinya sebesar Rp 249 triliun tumbuh 10,4 persen (YoY) dan 11,2 persen dari target 2018. Belanja negara ini terdiri dari belanja pemerintah pusat serta transfer ke daerah dan dana desa.

Belanja pemerintah pusat realisasi pada akhir Februari 2018 sebesar Rp 127,6 triliun atau tumbuh 24,1 persen (YoY) dan 8,8 persen dari target 2018. Belanja pemerintah pusat disumbang dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 55,2 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp 72,4 triliun.

Sementara untuk transfer daerah dan dana desa, per 28 Februari telah teralisasi Rp 121,5 triliun atau terkontraksi 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan 15,9 persen dari target 2018. Untuk transfer ke daerah telah mencapai Rp 116,2 triliun dan dana desa Rp 5,2 triliun.

"Untuk dana desa tahun lalu baru cair di April, tapi tahun ini kita sudah salurkan di Januari 2018. Yang sudah disalurkan ini setara 8,7 persen dari yang akan kita salurkan," papar Sri Mulyani

Dengan realisasi pendapatan negara Rp 200,1 triliun dan belanja negara Rp 249 triliun, maka defisit anggaran mencapai Rp 48,9 triliun sampai dengan 28 Februari 2018. 

1 dari 3 halaman

Gaya Sri Mulyani dan Reza Rahadian Saling Curhat soal Pajak hingga Utang RI

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan aktor Reza Rahadian saling blak-blakan dalam video Question and Answer (Q&A) yang dirilis melalui akun resmi Facebook dan Instagram Sri Mulyani, baru-baru ini. Keduanya saling bersemangat saat mengajukan dan menjawab pertanyaan dari para warganet. 

Dari akun Instagram @smindrawati, Jakarta, seperti ditulis Senin (12/3/2018), ada lebih dari 1.500 pertanyaan yang masuk di akun media sosial milik Sri Mulyani itu. Dari ribuan pertanyaan tersebut, terpilih beberapa di antaranya untuk dijawab oleh Sri Mulyani dan Reza Rahadian. 

Reza Rahadian, aktor dalam film Habibie dan Ainun itu menanyakan soal utang Indonesia. Pertanyaan tersebut datang dari warganet yang mempertanyakan utang Indonesia kebanyakan dari Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

“Apa strategi pemerintah untuk melunasi utang?” tanya Reza kepada Sri Mulyani.

Menjawab pertanyaan Reza, Sri Mulyani mengaku mendapatkan banyak pertanyaan serupa dari masyarakat. Dia menghargai setiap ada pertanyaan yang ditujukan kepadanya.

“Saya menghargai mereka karena mereka care terhadap republik,” kata dia.

Sayangnya, lanjut Sri Mulyani, ada pihak-pihak yang mempolitisasi utang itu dan meragukan kemampuan pemerintah membayar utang.

Kepada Reza, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan pemerintah mampu membayar utang.

“Sebagai seorang menteri keuangan, apakah mampu membayar (utang)? Mampu. Kalau utang, kita sudah masuk investment grade,” kata dia.

Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk membandingkan posisi utang Indonesia dengan negara lain seperti Tiongkok.

Dia menambahkan, selama ini masyarakat banyak menganggap Indonesia banyak berutang dari Tiongkok dan Amerika Serikat. Nyatanya, dari sekitar Rp 4.000 triliun utang pemerintah, sebanyak 70 persen surat utang pemerintah sebetulnya dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

“Sekarang saya mau menyampaikan, (masyarakat) harus care terhadap republik. Republik harus dijaga untuk semua. Tapi, apakah harus khawatir kita tidak bisa (membayar utang)? Tidak,” kata Sri Mulyani.

2 dari 3 halaman

Reza Tertipu soal Pajak

Aktor Reza Rahadian berbicara blak-blakan soal pajak dengan Sri Mulyani. Melalui percakapan dalam video Q&A, Reza mengaku pernah menerima “surat cinta” dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan karena tidak membayar pajak.

“Saya ingat betul di 2011, mendapat surat dari Pajak karena ada pajak yang belum dibayar,” kata Reza.

Kala itu, Reza mengaku kurang memahami pajak. Misalnya, berapa pajak yang harus dibayar dari penghasilan yang diterimanya.

Alhasil, pemeran Benyamin Sueb di film Benyamin Biang Kerok ini menggunakan jasa pihak lain untuk membayar pajak. Malangnya, Reza justru kena tipu. Pajaknya tak dibayarkan.

“Dulu ada oknum-oknum yang bilang karena enggak ngerti. (Dia bilang) ‘Saya yang urusin, gampang, dan bayar sekian’. Itu tidak terbukti. Enggak benar. Itu terbukti saya mendapat surat,” kata dia.

Reza menggunakan momen amnesti pajak untuk belajar tentang pajak penghasilan. Dia juga merekap semua penghasilan dan mengumpulkan bukti potongan pajak.

“Ketika ada amnesti, justru itu saya belajar dan ingin tahu banyak hal,” kata Reza Rahadian. 

Artikel Selanjutnya
Daftar Kementerian dengan Serapan Anggaran Turun di Februari 2018
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Naikkan Subsidi Solar Jadi Rp 1.000 per Liter