Sukses

Harga Beras Naik, Inflasi DKI Jakarta di Atas Nasional

Liputan6.com, Jakarta Meski mereda dibandingkan dengan bulan sebelumnya, perkembangan inflasi Jakarta Februari 2018 masih terbilang tinggi. Inflasi pada bulan ini tercatat sebesar 0,37 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,43 persen (mtm).

Namun, perkembangan inflasi ibukota Februari 2018 lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 0,17 persen, maupun dengan rata-rata inflasi Februari tiga tahun sebelumnya (0,17 persen mtm).

"Kenaikan harga bahan pangan seperti beras, cabai merah dan bawang merah menjadi faktor penahan perlambatan inflasi di ibukota," kata Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Fadjar Majardi, Jumat (2/3/2018).

Dicatatnya, harga beras masih naik sebesar 2,07 persen (mtm) walau tidak setinggi bulan sebelumnya, akibat masih minimnya pasokan beras ke ibukota. Adapun kenaikan harga cabai merah (8,98 persen mtm) dan bawang merah (4,76 persen mtm) diakibatkan berkurangnya pasokan seiring hujan berkepanjangan di daerah sentra.

Harga bawang putih pun meningkat hingga 7,22 persen (mtm) akibat tidak dibukanya keran impor sejak awal tahun 2018.

"Sebaliknya, harga bahan pangan lainnya mengalami penurunan seiring pasokan yang stabil di ibukota," tambah Fadjar.

Beberapa diantaranya adalah daging ayam ras, daging sapi dan telur ayam ras, yang masing-masing menurun sebesar 1,08 persen (mtm), 1,87 persen (mtm) dan 4,21 persen (mtm).

Turunnya inflasi Februari 2018 juga tertahan beberapa komoditas administered prices, seperti dampak dari kenaikan harga bensin nonsubsidi dan rokok.

Harga BBM naik sebesar 0,74 persen (mtm) seiring dengan kenaikan harga pertalite, pertamax dan pertamina dex akibat harga minyak internasional yang terus meningkat. Harga rokok pun naik seiring dengan penyesuaian cukai, yang berakibat naiknya harga rokok dengan rata-rata sebesar 0,27 persen (mtm).

"Inflasi inti pada Februari 2018 juga relatif terkendali dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini didukung oleh tekanan permintaan masyarakat yang masih terbatas," ucapnya.

Namun, kenaikan beberapa komoditas dalam kelompok inti menahan laju penurunan, antara lain emas perhiasan. Tren kenaikan harga emas internasional, diikuti dengan kenaikan harga emas perhiasan di Jakarta sebesar 1,14 persen (mtm). 

2 dari 2 halaman

BPS: Inflasi Februari 2018 Sebesar 0,17 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Februari 2018 sebesar 0,17 persen. Adapun untuk inflasi tahun kalender tercatat mencapai 0,79 persen, sedangkan inflasi dari tahun ke tahun sebesar 3,18 persen.

"Harga beberapa komoditas mengalami kenaikan di Februari. Pantauan 82 kota IHK, 55 kota inflasi, 27 kota deflasi," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Menurut dia, angka inflasi ini lumayan baik saat memasuki musim hujan. Adapun pada Februari 2016 tercatat deflasi 0,09 persen. Sementara pada Februari 2017, terjadi inflasi sebesar 0,23 persen.

Dia menuturkan, inflasi tertinggi terjadi di Jayapura 1,05 persen. Sementara terendah di Palangkaraya 0,04 persen. Adapun Deflasi tertinggi di Medan 0,96 persen dan deflasi terendah di Lubuk linggau sebesar 0,02 persen. 
 
 
Artikel Selanjutnya
Harga Beras hingga Ayam Goreng Sumbang Inflasi Februari
Artikel Selanjutnya
BPS: Inflasi Februari 2018 Sebesar 0,17 Persen