Sukses

Wall Street Menguat Terangkat Saham Teknologi

Liputan6.com, New York - Wall Street menguat tipis dipicu kenaikan saham teknologi yang mengimbangi kerugian pada saham energi.

Saham teknologi pada indeks S&P naik 0,2 persen dan berhasil menghentikan penurunannya dalam lima sesi, terpanjang sejak April.  Penguatan didukung kenaikan saham Facebook sebesar 0,9 persen, dan Microsoft 0,4 persen.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 28,09 poin atau 0,11 persen menjadi 24.774,3. Sementara S & P 500 naik 2,12 poin atau 0,08 persen menjadi 2.682,62 dan Nasdaq Composite bertambah 3,09 poin atau 0,04 persen menjadi 6.939,34.

"Saham teknologi sangat meningkat," kata Stephen Massocca, Wakil Presiden Senior di Wedbush Securities di San Francisco.

Namun volume perdagangan kali ini sedikit teredam perdagangan yang singkat, karena berlangsungnya liburan antara Natal dan Tahun Baru. 

Selain Facebook dan Microsoft, kenaikan pada sektor teknologi antara lain terjadi pada saham pengembang teknologi wireless-charging Energous Corp yang melonjak 168,1 persen menjadi US$ 23,70 setelah mendapat sertifikasi untuk pemancar pengisian nirkabelnya.

Saat teknologi naik, saham energi justru turun. Ini akibat harga minyak yang turun setelah mencapai level tertinggi dalam dua setengah tahun di sesi sebelumnya, menekan indeks energi S&P sebesar 0,3 persen.

Seperti saham ConocoPhillips yang turun 1,1 persen, dan Chevron sebesar 0,3 persen. Ini menjadi hambatan terbesar pada indeks S&P.

Volume pada perdagangan kali ini mencapai 4,36 miliar saham, dibandingkan rata-rata 6,79 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Investor Khawatir Obligasi AS Melonjak, Wall Street Tertekan
Artikel Selanjutnya
Sektor Saham Teknologi Tekan Bursa Asia