Sukses

Jokowi Minta Pembangunan Sarana Transportasi Perintis Digeber

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan penandatanganan 12 paket kontrak untuk pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah Indonesia pada Senin (18/1/2016).  Selain meminta membuka bandara di daerah perintis, Jokowi meminta untuk setiap wilayah di Indonesia harus dilalui jalur Kereta Api (KA).

Dalam pidatonya, Jokowi berpesan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk memperhatikan dan mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di daerah-daerah terpencil (perintis). "Kesiapan pengembangan transportasi daerah berupa bandara perintis, dermaga perintis, harap diperhatikan, sehingga disparitas harga betul-betul bisa kita atasi," kata Jokowi di Kementerian Perhubungan, Senin (18/1/2016).

Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur transportasi daerah perintis ini menjadi kunci utama untuk menggerakkan ekonomi sebuah wilayah yang selama ini pembangunannya cukup lambat.

Permintaan dari Presiden Jokowi tersebut sebenarnya sudah ada dalam agenda Kementerian Perhubungan. Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan akan membangun dan mengembangkan bandara baru di 15 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun ini. Selain pembangunan bandara baru, Kementerian Perhubungan juga akan memperpanjang landasan pacu (runway) di 27 lokasi dan merehabilitasi terminal penumpang bandara di 13 lokasi.

Pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi udara ini banyak dilakukan di wilayah terluar dan perbatasan Indonesia, seperti Kepulauan Anambas (Provinsi Kepulauan Riau) ataupun Pulau Miangas (Provinsi Sulawesi Utara) yang terletak di perbatasan Indonesia - Filipina.

Selanjutnya, Jokowi juga meminta untuk setiap wilayah di Indonesia ke depan mampu dilalui jalur Kereta Api (KA). "Di sana produknya banyak, barang yang dijual banyak, tapi untuk mengangkutnya mahal, tidak mungkin barangnya bisa bersaing, karena modal transportasi KA adalah murah, baik untuk penumpang atau barang," tegas Jokowi.

Saat ini, menurut Jokowi, daya saing logistik Indonesia masih kalah jika dibandingkan negara lain. Setelah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) perbaikan di sektor ini harus terus dilakukan dan dipercepat. Menurutnya, ini sebagai kunci Indonesia untuk mempertahankan pasarnya dari gempuran negara-negara tetangga.

"‎Bagaimana kita bisa bersaing dalam Asean Economic Community kalau biaya seperti itu tidak diselesaikan. Ini baru antar Asean, belum nanti kita masuk TPP, bloknya AS. Bersaing lagi dsitu. Kalau masih seperti ini, keok kita. Efisiensi harus diselesaikan di semua sektor," jelas Jokowi. (Yas/Gdn)


**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

BERANI BERUBAH: Ketika Bisnis dan Beramal Bersatu